5 Film yang Bisa Kalian Tonton Sebelum Godzilla Tayang

Film terbaru Godzilla arahan Gareth Edwards siap hadir di bioskop minggu depan. Namun, sembari menunggu hari berlalu, saya ingin merekomendasikan beberapa film untuk ditonton yang saya yakin dapat berguna untuk menambah keseruan pengalaman menonton Godzilla nantinya. Ini adalah daftar subyektif saya, dan perlu diketahui saja saya belum menonton semua film Godzilla yang pernah dibuat (ada 28, bro. Itu juga baru yang Jepang) dan film-film monster popular yang ada.
Daftar ini diurutkan sesuai tahun rilisnya. Tapi, bila kalian belum menonton film-filmnya, dianjurkan untuk memulai berdasarkan urutan di bawah ini.
Gojira (1954, Japan version) | Director: Ishiro Honda

Bila ada satu film di daftar ini yang benar-benar harus kalian tonton, maka Gojira adalah jawabannya. Inilah film yang memulai deretan puluhan seri Godzilla dan film Kaiju selanjutnya. Meski dibuat pada tahun 50an, masih berwarna hitam putih, dan tentunya efek yang buruk, saya sendiri menganggapnya lebih berbobot ketimbang film sejenis yang keluar hingga sekarang.
Mungkin awalnya terasa sulit untuk menikmati film di mana sang monster bahkan hanya muncul selama total 17 menit (dari durasinya penuhnya selama 98 menit) dan dengan cerita yang lebih berfokus kepada karakter manusia serta isu-isu politik yang ada di dalamnya. Hebatnya, kehadiran Godzilla terasa sangat kental sepanjang film, setiap momen kemunculannya terasa spesial, dan sebuah contoh tepat dari istilah ‘less is more‘.
Tidak sampai di situ, film ini juga mengandung tujuan asli pembuatan karakter Godzilla sebagai metafora dari bom atom yang tidak lama sebelumnya menghantam Jepang. Godzilla yang sama-sama radioaktif dan mampu meporak-porandakan seisi kota berhasil mereka ulang kekacauan dan gambaran keadaan masyarakat saat dulu pemboman terjadi. Untuk sebuah film monster, Gojira mengangkat isu yang cukup berat dan memiliki komentar politik yang tajam.
Tontonlah terlebih dahulu, lalu kalian akan kagum bagaimana mereka bisa membuat ini semua pada tahun 1954.
Godzilla (1998) | Director: Roland Emmerich

Saya rasa hampir semua dari kalian sudah menonton film yang satu ini. Bagaimana tidak, channel TV lokal kita entah sudah beribu kali menayangkannya.
Namun kapan terakhir kali kalian menontonnya? Sudah lama? Bisa jadi malah sudah lupa dengan detail filmnya. Karena saya ingin mengajak kalian untuk (sekali lagi) mengunjunginya, kalau bisa malah setelah menonton Gojira. Bagaimana mereka merusak mitologi dan martabat dari Godzilla adalah alasannya. Bagi yang tidak peduli dengan karakter serta sejarahnya mungkin akan menemukan sebuah brainless popcorn entertainment di sini, yang juga tidak bisa saya salahkan, karena saya sendiri saat kecil juga menyukainya.
Namun film yang bahkan sekuelnya telah direncanakan ini dianggap sebagai sebuah kegagalan besar. Bahkan pihak Toho pun tidak menganggap monster di film ini sebagai Godzilla dan merubahnya menjadi sebuah karakter baru bernama Zilla. Mengetahui hal-hal seperti ini yang saya harapkan dapat menambah apresiasi kita ketika menonton Godzilla versi Gareth Edwards, yang (semoga dan kelihatannya) memiliki respek untuk sang karakter legendaris tersebut.
Cloverfield (2008) | Director: Matt Reeves

Kemungkinan besar ini adalah film yang paling tidak punya relasi dengan Godzilla di dalam daftar. Tapi saya tidak mungkin melewatkan Cloverfield, salah satu film monster favorit saya. Dan sekali lagi, penampakan monsternya tidak banyak, dan karakter manusia serta interaksinya kembali menjadi fokus. Selain itu Cloverfield juga ditambah dengan sentuhan found footage seperti Paranormal Activity dan Chronicle.
Dan itulah yang membuat saya menyukainya, karena sepanjang menonton saya benar-benar merasa terjun ke dalam film dan mengalami apa yang terjadi di layar. Cloverfield berhasil menawarkan kengerian dan kekacauan terasa sebegitu nyatanya meski berdurasi hanya 85 menit.
Disutradarai oleh Matt Reeves (Dawn of the Planet of the Apes), ditulis oleh Drew Goddard (Cabin in the Woods) dan diproduseri oleh J.J. Abrams (Star Trek), Cloverfield adalah salah satu film monster terbaik yang pernah dibuat dan saya sarankan kalian untuk segera menontonnya - bila belum pernah.
Monsters (2010) | Director: Gareth Edwards

Sebelum Godzilla, Gareth Edwards baru satu kali menyutradarai film panjang yang tentunya menjadi salah satu bahan pertimbangan Warner Bros. memilih dirinya. Namun di Monsters, Gareth tidak hanya berperan sebagai sutradara saja, namun tugas penulis, director of photography, bahkan hingga divisi visual effect berada di bawah namanya.
Sebuah bentuk kehidupan alien telah menguasai wilayah di antara Amerika Serikat dan Meksiko. Ketika seorang fotografer diminta tolong untuk mengevakuasi anak perempuan bosnya dari Meksiko kembali ke Amerika, mereka pun terjebak di dalam situasi yang mengharuskan kedua manusia ini melewati wilayah tersebut. Namun bila kalian berharap akan film penuh ledakan dan penampakan monster seperti judulnya, kalian mungkin akan kecewa. Karena di sini, para manusia adalah fokusnya. Dan elemen monsternya sendiri hanyalah sebuah latar belakang di mana cerita ini terjadi.
Dengan budget di bawah $1 juta, sang sutradara asal Inggris ini cukup cerdik untuk menghemat kemunculan si monster itu sendiri. Meski begitu, penonton tetap saja diberikan sajian cerita dan interaksi karakternya yang menarik. Dengan budget besar untuk Godzilla, tidak terbayangkan apa yang akan dilakukan oleh Gareth Edwards nanti.
Pacific Rim (2013) | Director: Guillermo del Toro

Bosan dengan film monster yang malah fokus di karakternya dan memiliki sedikit screen time untuk monsternya? Maka Pacific Rim adalah yang kalian cari, walau besar kemungkinannya kalian telah menontonnya tahun lalu.
Pacific Rim tidak mau munafik, ia memberikan plot dan fokus karakter secukupnya karena apa yang ingin dijualnya adalah “Machine vs. Monster“, dan hal itu tidak mengecewakan. Dengan teknologi modern di jaman sekarang, mimpi basah sejak kecil Guillermo del Toro bersama dengan puluhan juta umat lainnya yang selalu ingin melihat perkelahian skala besar pun terealisasikan. Film ini sendiri bahkan didedikasikan untuk mendiang Ishiro Honda.
Namun, alasan utama saya memasukkanya adalah karena Pacific Rim dibuat oleh studio yang sama dengan Godzilla, jadi lewat film ini, kita bisa sedikit mendapat bayangan akan visual efek yang nantinya ada di Godzilla.
————————————————-
Sudah menonton film-film di atas namun masih ingin lebih? Tidak ada salahnya kalian mengecek ini juga:
Jurassic Park (1993/Steven Spielberg), The Host (2006/Bong Joon-Ho), The Mist (2007/Frank Darabont), Trollhunter (2010/André Øvredal), Super 8 (2011/J.J. Abrams), Grabbers (2012/Jon Wright), dan bila masih kurang mungkin saatnya kalian menyelesaikan film di daftar ini.
Godzilla tayang di sini tanggal 14 Mei 2014.
