Shadia’s Top 10 Films of 2013
The Act of Killing (Joshua Oppenheimer)
Country: Norwegia/Denmark/Britania Raya/Indonesia
Film dokumenter yang menggelegar dan membuka mata saya akan sejarah hitam Indonesia tahun 1965 yang tidak pernah tersentuh sebelumnya. Joshua Oppenheimer berhasil blending sepenuhnya dengan Anwar Congo, subyek utama kita dalam film ini, sehingga film ini bisa bercerita dengan apa adanya; sangat jujur bahkan kejujurannya bisa mengganggu para penontonnya-dan bahkan pelakunya sendiri di satu titik.

Upstream Color (Shane Carruth)
Country: Amerika Serikat
Film eksperimental ini tidak menawarkan struktur cerita naratif seperti layaknya film-film pada umumnya, tapi justru itulah salah satu faktor yang membuat film ini menjadi begitu istimewa. Cerita berkisar pada kisah Amy Seimetz sebagai Kris dan Shane Carruth sebagai Jeff, tapi disajikan dengan cara yang abstrak dan nonlinear. Pada intinya, tidak perlu berpikir terlalu banyak ketika menonton ini. Cukup nikmati indahnya suguhan gambar (yang bisa sangat absurd) dan musik film ini karena Shane Carruth berhasil menjahit shot demi shot dan menggabungnya dengan musik yang sangat enak didengar-karyanya juga-menjadi kesatuan yang begitu indah secara sinematik.

Gravity (Alfonso Cuarón)
Country: Amerika Serikat
Satu lagi karya dari The Three Amigos of Cha Cha Cha di dalam daftar film pilihan saya tahun ini. Alfonso Cuarón membuat seluruh penontonnya seakan-akan turut terperangkap dalam ruang angkasa yang luasnya tak terhingga. Sandra Bullock juga patut dihargai acting-nya. Dan tentu saja, jangan pernah lewatkan sinematografi khas Alfonso Cuarón yang dikaryakan Emmanuel Lubezki kali ini: shot berdurasi panjang yang berhasil membuat kita seakan-akan berada dalam ruang lingkup yang sama dan merasakan apa yang dirasakan karakternya saat itu.

12 Years a Slave (Steve McQueen)
Country: Amerika Serikat
Ini film fiksi, memang. Tapi pengalaman yang saya rasakan hampir sama seperti saat menonton The Act of Killing. Seakan-akan nyata, seakan-akan semua orang di film itu sedang berbicara kepada kita. Lebih jauh lagi, seakan-akan kita menjadi saksi dari setiap aksi dan reaksi yang ada di layar. Perhatikan acting para pemerannya yang luar biasa. Film tentang rasisme dan perbudakan orang kulit hitam di Amerika Serikat ini akan membuat anda tidak nyaman, tapi juga peduli pada waktu yang bersamaan.

Her (Spike Jonze)
Country: Amerika Serikat
Saya jatuh cinta pada bagaimana seluruh elemen dalam film ini bisa menjadi sebuah kesatuan yang saling mendukung: cerita, acting, production design, dialog, sinematografi, sound design dan terutama musiknya. Cerita Joaquin Phoenix sebagai Theodore Twombly berkisar pada zaman futuristik dan kita akan disajikan kisah cinta yang sangat tidak biasa. Jonze begitu konsisten menjaga semua elemen agar tetap sesuai pada mood dan tone film tersebut sehingga sepanjang kita menontonnya, kita akan hanyut pada keseluruhan dari kejadian demi kejadian yang ada. Sebuah film yang bisa benar-benar menyentuh saya. Terima kasih saya haturkan kepada Spike Jonze yang sudah melahirkan karya seindah ini.
Demikianlah 10 film pilihan saya untuk tahun 2013. Tentu saja masih banyak film lain yang tidak masuk dalam daftar ini juga saya sukai atau secara umum dianggap baik, tapi inilah yang berhasil membuat saya memiliki rasa yang lain sendiri ketika menontonnya: terkesan dan sangat terhibur. Semoga berkenan ![]()

