20 Film Superhero Terbaik (part 1)
Tahun 2008 bisa dibilang sejarah dalam dunia CBM (Comic Book Movie). Pada tahun itu, 3 film superhero (Iron Man, The Dark Knight, dan The Incredible Hulk ) dirilis dengan arahan yang berbeda. Iron Man dan TIH (The Incredible Hulk) mencoba kembali pada akarnya, sebuah film yang menghibur, popcorn flicks. Sedangkan The Dark Knight menyelam lebih jauh dari prekuelnya, Batman Begins, dan berani membawa realisme ke dalam dunia superhero. Alhasil, kita mendapatkan dua kesenangan dalam cara yang berbeda.
Siapa sangka, tahun 2012 ini memiliki hubungan erat dengan 2008. Iron Man dan TIH hanyalah permulaan dari pembuatan MCU (Marvel Cinematic Universe) dalam rangka merealisasikan proyek utama Marvel Studios, The Avengers, yang tayang dalam hitungan hari lagi. Sedangkan, kisah The Dark Knight berlanjut dalam The Dark Knight Rises Juli nanti. Ditambah pula kehadiran reboot superhero favorit masyarakat, The Amazing Spider-Man, ya bisa dibilang, tahun 2012 jauh lebih besar dari 2008.
Tapi sebenarnya, film superhero sudah ada jauh sebelum 2008. Back in 70’s, kita punya film Superman karya Richard Donner. 80’s kita punya Batman versi Tim Burton. Dan 90’s hingga memasuki millenium baru, kita kian disuguhi film-film superhero lainnya, baik itu adaptasi dari komik maupun karya baru.
Apa yang selanjutnya akan Anda baca, adalah 20 film superhero terbaik pilihan RomanticSuperhero. Kriteria kami tidak muluk, selama film itu benar-benar mampu membuat kita terhibur di saat bersamaan tidak terlihat bodoh sudah mampu memuaskan kami. Lupakan aspek komiknya, kontinuitas, dan lainnya. Film-film di bawah ini, adalah alasan mengapa Anda mau menghabiskan uang untuk menontonnya secepat mungkin pada akhir minggu.
20. Green Lantern
What? It’s not as bad as people said, at least to me.
Green Lantern datang saat ricuh boikot film di Indonesia sedang maraknya. Saya sampai harus pergi ke Singapore untuk menontonnya (Tenang, di Singapore gak cuman Green Lantern doang kok nontonnya).Masuk ke bioskop dengan ekspektasi rendah justru membuat saya menikmati film ini lebih dari penonton lain umumnya. Meski saat saya menontonnya lagi di laptop, yep, this movie is indeed, bad.
19. Sky High
Come on!
Sky High memang bukan film dari komik, dan arahannya sendiri cukup berbeda. Ditargetkan sebagai film keluarga yang menghibur dan lucu, film ini punya tempat tersendiri bagi saya, hingga kini. Meskipun ceritanya sendiri bisa dibilang cukup jelek, pendapat saya cukup bias karena kehadiran Mary Elizabeth Winstead.
18. Batman Returns
Film Batman kedua dari Tim Burton ini memang tidak sebaik yang pertama. Catwoman dan Penguin hadir sebagai villain. Hubungan asmara Selina Kyle dan Bruce Wayne sendiri digambarkan apik, namun seiring dengan waktu, film ini terbalap kualitasnya oleh film-film superhero lainnya.
17. The Incredibles
Film animasi? No problem. The Incredibles nyatanya mampu menawarkan keseruan tersendiri. Tema keluarga superhero memang sudah banyak, tapi menurut saya The Incredibleslah yang mampu membawakannya paling baik. Apalagi Pixar selalu berhasil menyisipkan lelucon yang benar-benar menghibur. Kekurangannya? Ya ini hanya sebatas film animasi.
16. X-Men: First Class
Film ini digadang sebagai film supehero terbaik tahun 2011 oleh beberapa forum pecinta komik. Harus diakui, filmnya memang baik dari segi akting, cerita, dan lainnya. Namun, film ini seperti kehilangan sesuatu yang membuatnya cukup berharga untuk diingat dan ditonton berulang-ulang. Pada akhirnya, film ini menjadi sebuah hiburan bagus yang mudah dilewatkan.
15. The Incredible Hulk
Setelah versi Hulk Ang Lee yang sangat gagal (saya hampir tidak ingat dan berharap untuk terus begitu), Marvel membeli hak cipta monster hijau ini dan merasa harus melakukan sesuatu. Apalagi, Hulk adalah salah satu anggota awal Avengers. Maka, keluarlah The Incredible Hulk, yang bisa dianggap soft-reboot dari Hulk sebelumnya. Filmnya sendiri bisa dibilang sangat biasa. Tidak jelek, tidak juga spektakuler, another popcorn flick.
14. Captain America
Walaupun Captain America adalah anggota Avengers pertama, filmnya justru adalah yang terakhir kali rilis. Transformasi fisik Chris Evans memang disajikan sangat baik, kostumnya sendiri sangat keren, tidak lupa pula origins stories yang baik. Tapi porsi actionnya yang terasa disingkat-singkat plus visual effectnya yang cukup buruk merubah persepsi saya. Untung kita diberi trailer Avengers di akhir film.
13. Iron Man 2
Iron Man 2 jelas adalah sebuah penurunan dari Iron Man. Kritik pun setuju dengan hal itu. Tapi bagi saya, film ini tetaplah sebuah roller coaster yang seru. Kehadiran War Machine dan pertarungan terakhir yang sangat epic adalah bagian terbaiknya. Sedangkan Tony yang mabuk saat di pesta ulang tahunnya merusak mood film ini.
12. Spider-Man 3
Mereka boleh menyebutnya sebagai salah satu kandidat film superhero terburuk. Tapi saya masih ingat, ketika selesai menonton film ini pertama kalinya di bioskop, “Keren” adalah kata pertama yang saya katakan ke ibu saya. Venom, Sandman, dan Green Goblin MK II jadi musuhnya. Besar memang, tapi itu jugalah yang menjadi boomerang. Tapi Peter yang emo, 2 wanita, dan 3 villain terlalu banyak bagi seri penutup salah satu trilogi superhero terbaik ini.
11. X-Men
Saya harus jujur, sebelumnya saya tidak pernah tertarik dan menonton trilogi X-Men. Meski dipuji-puji, saya tidak pernah berusaha untuk menontonnya, hingga tahun lalu. Saya habiskan ketiga serinya langsung. Dan, wow! Sekarang saya mengerti semua pujian terhadap film ini. X-Men tidak seperti film superhero lainnya. Dengan karakter yang banyak, pengembangan ceritanya memiliki porsi di atas rata-rata film superhero lainnya. Sebagai timbal balik, pertarungannya pun jauh lebih besar.
………… berlanjut ke part 2











