Zeffan’s 10 Favorite Films of 2013

Saya kira tidak perlu berbasa-basi lagi, berikut sepuluh film favorit saya pada 2013 silam:
10. You’re Next (Adam Wingard)

Film yang digawangi oleh Adam Wingard ini mengombinasikan tiga genre sekaligus: horor, thriller, dan komedi. Tentu komedi yang disuguhkan tidak terkesan seperti film-film komedi pada umumnya, tetapi mengumbar humor-humor “gelap,” yang mungkin kamu akan menyebutnya “aneh.” Home-invasion thriller ini punya daya pikatnya sendiri untuk menemani malam tergelapmu dengan kebrutalannya.
9. Trance (Danny Boyle)

Pencurian sebuah lukisan tidak pernah seseru dan semengasyikkan ini. Danny Boyle — yang terkenal lewat film-film seperti Trainspotting (1996), 28 Days Later… (2002), Slumdog Millionaire (2008), dan 127 Hours (2010) — mumpuni mengkreasikan sebuah crime-thriller intelek dengan plot maju-mundur, tone warna ala neo-noir serta musik yang menghentak layaknya menonton konser band rock. Bahkan, saya pun merasa terhipnotis saat menyaksikannya.
8. Upstream Color (Shane Carruth)

Upstream Color merupakan sebuah teka-teki. Ya, teka-teki yang sangat sulit untuk dicari jalan keluarnya. Film yang digawangi oleh Shane Carruth ini mengombinasikan sepenggal thriller, sepenggal romansa nonkonvensional, dan sepenggal keindahan sinematik. Bagi kamu yang sedang mencari film “nyeni” sekaligus disturbing, Upstream Color adalah jawabannya.
7. The East (Zat Batmanglij)

Sejak saya menyaksikannya dalam Another Earth, saya langsung jatuh cinta pada Brit Marling. Wanita cantik yang kerap berperan dalam film-film indie ini selalu berhasil menyuguhkan performa maksimal. Bahkan, ketika ia pertama kali berkolaborasi dengan Zat Batmanglij dalam Sound of My Voice dua tahun silam, “kegilaan” saya pada film-film yang dibintangi Marling semakin memuncak. Tak terkecuali ketika mereka berdua kembali bersama dalam The East. Film yang menceritakan tentang penyusupan agen rahasia ke sebuah klandestin ini langsung menyerap perhatian sedari awal ia dimulai. Tidak hanya itu, ia juga dibumbui dengan drama kuat antarkarakternya serta sedikit romansa.
6. Stoker (Park Chan-wook)

Boleh dibilang Stoker merupakan sebuah eyegasm yang tak boleh terlewatkan. Plotnya yang tersaji secara nonlinear berhasil membuat saya menganga 90 menit nonstop di dalam bioskop. Sutradara asal Negeri Ginseng yang bernama lengkap Park Chan-wook ini telah menciptakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Lewat penyutradaraan yang prima, Chan-wook mumpuni dalam menyajikan sebuah kisah misteri yang membikin penontonnya berdecak kagum — bahkan, pasca filmnya usai.
