Review: Dark Skies (2013)

Coba hitung, sudah berapa banyak film bertemakan serbuan makhluk asing ke Bumi tercinta? Pasti sulit menghitungnya, karena jumlahnya sudah begitu banyak… atau mungkin terlalu banyak. Tahun ini, kita kembali kedatangan sebuah horor yang dibalut dengan unsur sains-fiksi yang cukup kental; Alien! Segala sesuatu yang berhubungan atau dihubung-hubungkan dengan Alien selalu menjadi perbincangan yang menarik. Bahkan, saya ‘nekat’ mencicipi Dark Skies karena trailer perdananya yang terbilang mencekam. Tapi…
Rupanya horor yang digawangi oleh Scott Stewart (Priest) ini terlalu mengumbar ‘pesonanya’ dalam trailer perdana tersebut, sehingga sulit menemukan adegan-adegan lain yang lebih mengerikan dari yang telah ditampilkan trailer-nya. So, sebaiknya Anda hindari jauh-jauh trailer tersebut. Dan langsung tonton filmnya. Mungkin keasikan menonton akan berbeda… mungkin lho.
Ok, di Dark Skies kita punya sebuah keluarga Amerika biasa yang akan merayakan Hari Kemerdekaan. Hampir setiap warga gegap-gempita menantikan hari bersejarah tersebut. Namun, tidak bagi keluarga Barrett. Mereka berempat — Daniel (Josh Hamilton), Lacy (Keri Russell), Sam (Kadan Rockett), Jesse (Dakota Goyo) — justru mengalami teror traumatis di rumah, yang bahkan tidak bisa dijelaskan secara rinci oleh petugas keamanan lokal mengenai apa yang sedang terjadi.
Entah saya yang terlalu membanding-bandingkannya dengan Signs (2002), atau memang Dark Skies terlalu mirip dengan film yang didapuk oleh M. Night Shyamalan tersebut. Ah, coba kita lupakan sejenak Signs, lalu coba fokus pada Dark Skies. Yang jelas, jangan mengharapkan adegan berdarah penuh kesadisan ketika menyaksikan Dark Skies, sebab Anda tidak akan dapat itu semua. Ia justru lebih banyak mempertontonkan bukti-bukti tentang keberadaan makhluk asing di rumah keluarga Barrett tersebut — yang justru sesekali membikin saya agak bosan, meski saya menemukan beberapa cukup ‘asik’ untuk diperhatikan lebih lanjut.
Untungnya, Dark Skies tidak ‘menggojlok’ tampilan Alien hingga tampak begitu nyata, alih-alih penonton ‘hanya’ disajikan bayang-bayang siluet makhluk yang konon mengerikan itu. Sehingga, Dark Skies lebih banyak mengandalkan faktor ketakutannya pada akting pemeran-pemerannya yang terbilang cukup, meskipun saya harus bilang kehadiran para pemeran pendukungnya tidak terlalu berjasa untuk pengembangan plot di sini.
Dark Skies tidak menyuguhkan desain yang baru bagi dunia horor. Kebanyakan unsur di dalamnya hanyalah daur ulang dari film-film sains-fiksi bertemakan makhluk asing yang sudah-sudah. Bahkan, sebagian besar dialognya sangatlah klise serta beberapa plothole yang mengganggu. Jadi, tidaklah keliru ketika saya menyimpulkan bahwa Dark Skies bisa lebih baik lagi.

