Review: The Imitation Game (2014)

Kita selalu percaya bahwa sebuah peperangan tidak dimenangi seorang diri. Dibutuhkan puluhan, ratusan bahkan ribuan orang bersatu padu mengejar satu visi, yakni kemenangan. Dan tatkala Nazi dengan ribuan serdadu dan peralatan perangnya menginvasi daratan Eropa, ada seorang jenius yang turut berpartisipasi dalam salah satu peperangan terdahsyat umat manusia itu: Perang Dunia II.
Adalah Alan Turing (Benedict Cumberbatch). Seorang ahli matematika yang disebut-sebut sebagai salah satu sosok yang berperan dalam pemenangan atas Nazi kala itu. Uniknya, sosok Turing di sini mengingatkan saya pada “ke-abnormal-an” karakter detektif polisi asal Swedia, Saga NorĂ©n, dalam Bron/Broen (2011- ). Serupa seperti dalam drama kriminal asal Skandinavia tersebut, idiosinkrasi yang diampu oleh Turing merupakan bukti bahwa sang penulis naskah Graham Moore menyelipkan gen studi karakter di dalamnya.
Karakter yang dilakoni oleh Cumberbatch di sini mungkin agak bertolak belakang dengan apa yang ia lakoni dalam Sherlock (2010 — ) meskipun kejeniusan dan kecepatannya dalam bertutur masih bertahan. Di sini, ia muncul sebagai sosok yang rapuh dan terkesan “diperalat.” Kalau dalam serial detektif asal Inggris itu kita dibuat takjub, dalam The Imitation Game, kita dibuat iba pada sosok sang pemecah sandi tersebut. Meskipun begitu, performa Cumberbatch tetap terlihat intens dan ambisius.
Magnet dari film yang digawangi oleh Morten Tyldum ini jelas terletak pada skenarionya. Celotehan demi celotehan ultra-intelek muncrat dari mulut para karakter di dalamnya — meski ada sebuah kalimat yang entah mengapa harus diulang lebih dari dua kali. Dari sini, terlihat keseriusan Moore dalam menggodok naskah film bergenre drama-thriller ini.
The Imitation Game merupakan harta karun sinematik yang tak boleh terlewatkan olehmu. Daya Cumberbatch yang sanggup membius penonton, naskah cerdas yang digodok oleh Moore, sekaligus ganjaran nominasi Oscar tahun ini, telah sanggup membuktikan bahwa biopik ini tidak sekadar mengujarkan bagaimana Enigma terbongkar atau betapa pelik kehidupan salah satu insan jenius dalam sejarah umat manusia itu, tetapi turut mengacungkan performa Cumberbatch setinggi langit.
