Review: Black Rock (2013)

Ada yang enggak beres dengan Black Rock milik Katie Aselton ini. Film berpremis mengenai tiga orang wanita (Kate Bosworth, Katie Aselton, dan Lake Bell) yang sedang berlibur ke sebuah pulau kosong di seberang daratan berubah menjadi mimpi buruk bagi mereka — juga penontonnya. Pasalnya, thriller yang naskahnya ditulis oleh Mark Duplass ini tidak henti-hentinya menggempur penonton dengan sederetan ketololan: karakter-karakter wanitanya yang kerap membuat keputusan pendek akal, hingga para ‘pemburu’ yang sama sekali tak tampak kebengisannya.
Black Rock adalah soal memburu atau diburu. Setup menarik yang bila dieksekusi dengan mumpuni dapat menjadi sebuah sajian yang baik via ketegangan demi ketegangan yang dirudalkannya. Namun, sayangnya, angan-angan yang sebelumnya pernah hinggap di pikiran saya itu runtuh seketika. Film yang dirilis setahun silam ini justru terjun bebas ke dalam jajaran thriller generik, yang kualitasnya jauh dari setup yang diusungnya. Bahkan, aktris sekaliber Kate Bosworth dan Katie Aselton, yang pernah diganjar beberapa penghargaan, tak sanggup menyelamatkan film setengah matang ini dari keterpurukan.
Di balik naskahnya yang melempem, Black Rock masih memiliki secuil tensi ketegangan. Sayang, hal tersebut juga tidak sanggup membuatnya tampil menghibur. Dengan kata lain, thriller — yang sesungguhnya tidak pantas disebut sebagai sebuah thriller - berdurasi 83 menit ini hanya akan meraup waktumu dengan sia-sia via variasi ketololan.

