Review: Need For Speed (2014)
Hingga memasuki seri keenamnya, franchise Fast & Furious bisa dibilang tidak memiliki saingan yang berarti. Bila ada yang bisa memberikan kesulitan berarti, maka itu adalah Need For Speed, franchise game balapan mobil yang kelewat populer. Sayangnya film adaptasi game memiliki track record yang buruk. Lalu bagaimanakah hasil akhirnya?
Saya kurang tahu apabila plot di film ini menyerupai salah satu jalan cerita di gamenya, tapi di sini kita memiliki Tobey Marshall (Aaron Paul) yang harus masuk penjara setelah balapan maut dengan rivalnya Dino Brewster (Dominic Cooper) dan temannya Pete (Harrison Gilbertson). Usai keluar dari penjara, Tobey bersama teman-temannya dan seorang perempuan Inggris imut, Julia (Imogen Poots), bermaksud untuk membalaskan dendamnya kepada Dino lewat… balapan tentunya!
Plotnya yang simple cukup untuk menjadi budak dari segala aksi kejar-kejaran dan balapan yang merupakan menu utama dari film ini sendiri. Satu yang penting untuk dicatat adalah fakta bahwa franchise Fast & Furious sudah bukan mengenai balapan lagi, tapi lebih kepada action heist yang juga terdiri adegan tembak-tembakan tidak hanya sekadar tentang aksi mobil. Di sini, Need For Speed menawarkan aksi stunt mobil sejati. Tidak akan ada pertarungan testosterone atau peluru, namun kalian akan menemukan elemen-elemen seru gamenya dalam wujud balapan yang benar-benar menghibur dan juga aksi kucing-kucingan dengan polisi. Yang lebih mengagumkan lagi, itu semua dilakukan tanpa bantuan CGI dan murni practical effect.

Namun apakah franchise ini bisa mengalahkan saingannya? Sayangnya tidak. Need For Speed masih jauh sekali dari tampil sebagai sebuah hiburan yang solid. Ceritanya meski simple, disajikan terlalu lambat dan keseringan membutuhkan kebetulan untuk membuat plotnya berjalan. Tapi bila kalian bisa memaklumi hal tersebut, maka masalah selanjutnya ada pada jajaran castnya yang tidak sekuat dengan tetangga sebelah.
Aaron Paul dari Breaking Bad yang mendapatkan peran utamanya di film bahkan tidak memiliki karisma setengahnya dari Paul Walker. Dirinya belum bisa membawa cerita secara kuat tanpa bantuan Bryan Cranston. Teman-temannya pun tidak jauh lebih baik. Mayoritas berfungsi hanya sebagai lelucon, mereka pun berakhir annoying. Namun saya sendiri menyukai Dominic Cooper sebagai sang antagonis dan juga pastinya Imogen Poots sebagai eye-candy dari awal hingga akhir film. Dia dan aksennya terlalu imut untuk diabaikan. Kehadiran Michael Keaton sebagai pencetus perlombaan pun juga berandil lumayan untuk membuat film ini terasa komikal meski di sisi yang lain lumayan kental dramanya.
Meski sekarang belum bisa, tapi saya optimis ke depannya Need For Speed bisa berdiri bersebelahan dengan Fast & Furious. Franchise ini lebih fokus dengan elemen balapannya dan memiliki drama yang lebih kental, tidak perlu ikut-ikutan dengan franchise sebelah yang sibuk berkejar-kejaran dengan pesawat.


