Review: 5 Centimeters per Second

heart-piercing…
To tell the truth, i’m not a big fan of romantic anime, but this one is without a doubt a masterpiece!. Film anime garapan Makoto Shinkai (yang sekaligus merupakan writer, animator dan producer) ini merupakan Anime Movie tahun 2007 bergenre romance dengan plot yang klise, namun disampaikan secara kokoh dan menawan. Sesuai dengan ciri khas Shinkai, 5 Centimeters per Second menawarkan pengalaman terbaik dalam menikmati visual arts film anime. Mulai dari backgrounds yang digambar sedetail mungkin namun tetap meninggalkan kesan lembut dan cerah, sampai dengan efek pencahayaan dan sudut kamera yang pas, sehingga membantu kita mendapatkan atmosfir dari suatu adegan.

Film anime yang berdurasi 100 menit ini, seperti yang saya katakan sebelumnya, memiliki plot yang klise namun tetap kokoh dan menawan. Basically, ceritanya berpusat pada dua orang sahabat masa kecil yang saling jatuh cinta serta perjuangan mereka menjaga hubungan tersebut. Namun tragisnya, cerita manis tersebut berakhir dengan sangat pahit. Melalui 3 segmen cerita yang sentimental, kita diajak untuk melihat bagaimana mereka tumbuh dewasa dan menjalani hidup yang penuh teka-teki ini. Terdengar klise kan? tapi worth loh buat ditonton, emosinya dapet. Kita bakal feeling sorry banget sama si cowok, oh poor Takaki…
Yang membuat film ini sangat berkesan bagi saya tentunya adalah visual arts-nya. Exquisite… jauh di atas rata-rata. Kesan dari artnya yang lembut, detail, colorful dan memanjakan mata tersebut benar-benar memberikan suatu pengalaman baru dalam menikmati film anime. Soundtracknya juga nggak kalah menarik, walaupun simple (cuma alunan piano doang) namun dicompose dengan mood yang melankolis dan nostalgik, sangat efektif untuk romantic anime yang beratmosfir heart-piercing ini.

Cinta yang tak tersampaikan, mungkin itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan film ini secara keseluruhan. Satu pesan yang saya tangkap dari film ini adalah: Jangan ragu, jika kau mencintai seseorang, maka katakanlah bahwa kau mencintainya. Jika tidak, maka itu sama saja dengan kau menunjukkan kelemahanmu sendiri sehingga dia akan jauh pergi meninggalkanmu di belakang.
Overall, visual arts-nya luar biasa, soundtracknya nge-blend sama dramanya, emosinya dapet dan walaupun endingnya dafuq, tapi story line-nya cukup memuaskan dan.. menyayat hati. Highly recommended buat orang yang suka drama percintaan dan anime!
beautiful animation; warm-sentimental background music; tragic, heart-piercing melancholic love story. pure simplicity.

