Review: Percy Jackson: Sea of Monsters (2013)

Setelah kesuksesan yang dialami oleh franchise Harry Potter, studio studio film mulai berlomba untuk mencari buku yang cocok untuk difilmkan dan bisa diubah menjadi franchise besar. Salah satunya adalah serial Percy Jackson and The Olympians karya Rick Riordan yang berjumlah lima buku. Kritikan buruk yang diterima film pertama Percy Jackson ini, tidak menghambat 20th Century Fox untuk melanjutkan franchise ini. Pada tahun ini, film kedua Percy Jackson pun dirilis dengan judul Percy Jackson: Sea of Monsters.
Percy Jackson (Logan Lerman) yang telah memasuki tahun keduanya di perkemahan Demigod, tiba tiba mendapat kejutan bahwa dia memiliki seorang saudara laki laki bernama Tyson (Douglas Smith) yang ternyata adalah seorang Cyclops. Serangan seekor banteng Colchis terhadap perkemahan akibat dari melemahnya pertahanan pohon Thalia karena diracuni oleh Luke (Jake Abel) mengharuskan para Demigod memulai sebuah misi untuk mencari Golden Fleece yang dikabarkan dapat menyembuhkan apa saja. Clarisse (Leven Rambin) anak dari dewa Perang Ares yang pada akhirnya terpilih untuk menjalankan misi ini, tetapi Percy yang merasa bahwa misi ini diciptakan untuknya nekat mengajak Annabeth (Alexandra Daddario), Grover (Brandon T. Jackson), dan Tyson untuk pergi dari perkemahan dan ikut mencari Golden Fleece juga. Perjalanan menuju Sea of Monsters pun dimulai karena disitulah kabar terakhir Golden Fleece ditemukan.

Sea of Monsters menjadi penebusan kesalahan dari Fox dikarenakan film pertamanya yang dihujani banyak kritik, dan sepertinya mereka berhasil untuk itu setidaknya untuk saya pribadi. Jalan cerita yang dibuat dengan sangat ringan dan enak untuk dinikmati sebagai sebuah tontonan film keluarga. Petualangan petualangan seru juga terus disajikan kepada penonton tanpa henti menambah keasyikkan dalam menonton film ini. Salah satu bagian yang paling saya sukai adalah pada penceritaan mengenai Kronos yang menggunakan animasi dalam penjelasannya.
Selain itu, kemunculan beberapa mahluk mahluk dari mitologi Yunani juga memberikan hiburan tersendiri walaupun tanpa penjelasan yang lebih detail mengenai mahluk mahluk tersebut. Dari sisi para acting, para pemeran utama sudah mulai dapat memasuki peran karakter yang dimainkan oleh mereka. Pada akhirnya, film ini memang bertujuan untuk hiburan dan sukses menghibur saya, serta menunggu film ketiga dari franchise ini.

