Review: Thanks for Sharing (2013)

Mungkin hal pertama yang membuat saya tertarik dengan film ini adalah pemasangan Mark Ruffalo dengan Gwyneth Paltrow. Karena saya sendiri memang nontonnya tidak jauh-jauh dari film superhero, reaksi pertama tentu saja: “Wah, Hulk pacaran sama ceweknya Iron Man!”. Saya sendiri malah tidak tahu film ini ceritanya tentang apa.
‘Thanks for Sharing’ ternyata berputar di kisah tiga karaternya yang memiliki masalah sama: kecanduan terhadap seks. Dimulai dari Mike (Tim Robbins) yang kini sudah sembuh dan membantu sesama pecandu seks. Lalu, ada Adam (Mark Ruffalo) yang dalam 5 tahun terakhir berada dalam masa penyembuhannya, dan Neil (Josh Gad) yang baru saja memulai fase pertama dalam menghilangkan adiksinya. Ketiganya menghadiri pertemuan sesama pecandu seks, di mana tiap sesinya mereka akan saling berbagi cerita tentang problemnya. Dan film ini sendiri, berfokus pada tiga masalah hidup mereka sebagai pecandu seks.
Thanks for Sharing kadang terasa memiliki permasalahan yang cukup berat, namun di lain sisi, gaya penceritaannya yang santai dan dibalut komedi membuatnya mudah diikuti. Tengok permasalahan Mike yang memiliki anak bekas pecandu narkoba, Danny (Patrick Fugit). Mike, yang berdasarkan pengalamannya, percaya bahwa adiksi hanya bisa dihilangkan melalui fase-fase penyembuhan bertahap dan tidak bisa dilalui sendiri. Hal ini berkontradiksi dengan fakta bahwa anaknya, setelah kabur dari rumah 8 bulan, kembali dan mengaku lepas dari narkoba tanpa bantuan siapa-siapa.

Sedangkan Adam, setelah 5 tahun lepas dari kecanduannya terhadap seks, mulai membuka diri lagi dan menjalin hubungan dengan Phoebe (Gwyneth Paltrow). Sayangnya Phoebe takut, Adam suatu saat akan kembali lagi ke sisi gelap dirinya. Dan hal ini tidak mempermudah mereka dalam merajut hubungannya.
Kisah Neil mungkin yang paling enteng. Ia awalnya tidak mempermasalahkan kelainannya, hingga suatu hari ia sadar bahwa itu semua nantinya hanya akan merugikan dirinya sendiri. Namun, setelah bertemu Dede (PINK), yang juga sesama pecandu seks, mereka berdua ternyata cocok sebagai sahabat. Dan hey, keduanya memberika dampak yang baik terhadap sesama.
Thanks for Sharing sangat-sangat terbantu dengan penampilan apik dari jajaran pemainnya. Terutama bagi Mark Ruffalo yang berhasil menampilkan beberapa sisi dirinya. Chemistry-nya dengan Gwyneth Paltrow pun harus diakui sangat baik, bahkan lebih baik daripada dengan Robert Downey Jr. (okay ini tidak adil, Iron Man bukan film romance). Lalu ada, Tim Robbins yang sukses berperan sebagai sosok bijak namun tidak lepas dari kekurangannya. Dan Josh Gad, adalah pemanis film ini. Dialah unsur komedi pada dalam Thanks for Sharing.
Alih-alih mengeksploitasi unsur seks dalam ‘sex addiction’, Thanks for Sharing memilih untuk lebih serius dalam ceritanya. Konflik-konflik yang terasa real membuatnya cukup mature bagi sebuah film romantic-comedy. Namun tidak lupa untuk memberi sensasi ‘heart-warming’ bagi penontonnya.

