Review: Escape from Planet Earth (2013)

Escape from Planet Earth tayang pertengahan Februari lalu di Amerika Serikat (AS) — sayangnya tidak tayang di sini. Ia mengisahkan sosok alien biru yang hidup di planet Baab, yang berlokasi milyaran tahun cahaya dari Bumi. Para alien biru tersebut berambisi untuk menyusup ke Dark Planet. Namun, Scorch Supernova (Brendan Fraser), alien ditugaskan menyusup, justru tertangkap hidup-hidup.
Sesungguhnya, gaung Escape from Planet Earth tidaklah terdengar nyaring. Ia seakan kalah saing dengan film-film animasi lain keluaran rumah produksi Pixar ataupun DreamWorks. Bahkan ia hanya mampu meraup 15 juta dolar AS di pekan pertamanya. Meski demikian, dengan modal yang jauh sekali dari kesan fantastis, yakni 40 juta dolar AS, Blue Yonder Films, Rainmaker Entertainment serta sederet rumah produksi lain sanggup menciptakan animasi yang smooth tanpa kesan cacat.
Selain itu, jangan terlalu banyak berharap soal plotnya yang medioker; kekerabatan, pelarian, pengkhianatan serta segelintir intrik-intrik lumrah lain mengisi selama lebih-kurang satu setengah jam. Walaupun begitu, saya harus bilang beberapa humor cukup oke untuk dinikmati. Ada juga beberapa yang terkesan ‘lebay’ alias berlebihan.
Secara keseluruhan, Escape from Planet Earth berjalan mulus dari awal hingga akhir, bahkan enjoyable. Karakter-karakternya yang tidak terlalu spesial juga masih bisa ditoleransi oleh audiens. Akhir kata, sambil menunggu satu lagi film animasi yang tayang minggu ini (Epic), tidak ada salahnya menikmati festivalisasi perjalanan alien ke planet biru untuk kembali lagi ke tempat asal mereka dalam film yang digawangi Cal Brunker ini.

