Review: Prisoners (2013)

Prisoners boleh jadi-jika tidak satu-satunya-salah satu thriller yang membikin saya bergidik ketika meninggalkan bangku bioskop. Pasalnya, crime thriller yang digawangi sutradara asal Kanada Denis Villaneuve mampu merenggut emosi sedari awal film start. Kejadian bermula ketika Anna Dover (Erin Gerasimovich) dan Joy Birch (Kyla Drew Simmons) menghilang di sekitar tempat tinggal tidak jauh dari kediaman Birch di mana Thanksgiving dirayakan. Bermodalkan secuil petunjuk, yakni karavan yang sempat terparkir di perumahan beberapa jam sebelumnya, polisi mulai melancarkan investigasi guna menemukan dua bocah malang tersebut.
Hal yang paling membikin Prisoners begitu spesial ialah performa para aktornya, khususnya Hugh Jackman dan Jake Gyllenhaall-yang mampu membawakan perannya dengan sangat apik hingga waktu tak terasa berlalu begitu saja. Berikutnya, Villaneuve sanggup menyajikan naratif yang begitu rapi sekaligus ‘angker’ dengan segala teknik yang mumpuni; directing, editing hingga scoring. Bukan cuma itu, eksterior yang kerap kali mendung terkadang diselingi hujan deras juga mengimbuh tegangnya salutan misteri yang ada.
Secara keseluruhan, saya tidak melihat ada kekurangan pada Prisoners. Dua setengah jam nonstop mengalir begitu saja bagai air dari hulu ke hilir. Atmosfer ‘muram’ yang saya rasakan selama menyaksikan juga serupa seperti saat mencicipi The Girl with the Dragon Tattoo (2011). Di satu sisi, film ini terasa seperti drama penculikan pada umumnya. Sedangkan, di sisi lain, ia juga terasa seperti sebuah drama psikologis dengan segala teror yang sudah siaga untuk menyeruak. Bagi saya, Prisoners merupakan crime thriller yang transenden.

