Review: Refrain (2013)

Jujur saja, saya tertarik untuk menonton film ini karena ada Maudy Ayunda-nya, tapi ternyata film ini memberikan saya lebih dari Maudy Ayunda-nya saja.
Premis film ini sangat simple dan relatable, terutama untuk penonton ABG, ceritanya tentang seorang cewek bernama Niki (Maudy Ayunda) yang sedang flashback tentang cerita cintanya saat SMA dimana temannya sejak kecil, Nata (Afgansyah Reza) merasa di-friendzone-in oleh Niki. Build-up di film ini pun sangat enjoyable dimana Nata dan Niki digambarkan sebagai dua orang sahabat yang tinggal berdekatan dan sering menghabiskan waktu berdua, terutama diatas trampolin biru, ‘istana’ mereka. Konflik bermula ketika Niki mempunyai cem-ceman baru, Oliver (Maxime Bouttier), kapten basket sekolah sebelah. Cerita yang sangat klise bukan? Tapi bisa dinikmati kok ![]()
Maudy Ayunda sukses memerankan karakter Niki dengan pembawaan yang natural, kocak, sesuai proporsi dan tentunya menawan. Afgan, yang berperan sebagai Nata yang jutek dan ketus pun juga telah memainkan perannya dengan tidak ada cela yang terlalu mengganggu. Film ini dipenuhi banyak talent-talent yang baru mencoba terjun ke layar lebar, beberapa pemeran pendukung sepertiAnnalise (Chelsea Elizabeth Islan) dan Oliver (Maxime Bouttier) juga telah menjalankan perannya walaupun tidak terlalu menonjol kualitas actingnya.

Sebagai film adaptasi dari Novel, kadang banyak flow cerita ataupun ‘side stories’ yang kurang dapat terekam dengan baik di layar lebar. Banyak adegan-adegan yang terasa janggal yang tidak koheren dan tidak memberikan pengaruh kepada keseluruhan filmnya, contohnya; adegan dimana Ibu Annalise (yang merupakan model terkenal favorit Niki) batal pulang pada saat Anna, Niki dan Nata sudah di bandara. Juga, alasan Niki untuk jauh-jauh pergi ke Austria tidak terlalu terjelaskan dengan baik.
(Catatan : Ada satu adegan yang sangat mengganggu dan durasinya lumayan lama; ketika Nata (afgan) bernyanyi di pensi SMA sambil bermain gitar. Lagu yang terputar dan gerakan mulutnya tidak synced. Sangat-sangat menggangu, padahal bisa aja lip-sync kan?)
Overall, film ini lumayan menghibur dan karena premisnya yang sangat relatable, kit menjadi sangat mudah untuk masuk menjadi bagian dalam film tersebut. Namun bagi pembaca novelnya, mungkin kalian akan sedikit kecewa dengan film ini.

