Review : Hannibal - Season 1

Perhatian : Review dibawah ini mengandung spoiler yang bisa saja berat dan ringan, harap menanggung resiko sendiri dalam membaca review ini.
Hannibal, series crime, Psychological Thriller yang diangkat dari seri novel thriller karya Thomas Harris, singkatnya bercerita tentang Cannibal Dr.Hannibal Lecter, psikopat genius yang suka mempermainkan orang-orang disekitarnya, dan memakan orang-orang yang dibunuhnya. Seriesnya sendiri mengadaptasi karakter-karakter dari novel pertamanya Red Dragon, walaupun ceritanya berbeda.
Cerita Hannibal sendiri dilihat dari dua sudut pandang, sudut pandang Will Graham (Hugh Dancy) seorang profiler genius FBI penderita Emphatic Disorder (kelainan yang membuatnya bisa merasakan dan melihat sudut pandang setiap orang, bahkan pembunuh berantai) yang menjadi dosen Detektif di FBI, dan sudut pandang Dr.Hannibal Lecter (Mads Mikkelsen) sendiri. Cerita dimulai ketika Will Graham dipanggil oleh kepala FBI, Jack Crawford (Laurence Fishburne) untuk menangani suatu kasus pembunuhan berantai mahasiswi-mahasiswi di sekitar Minnesota. Walaupun dia seorang genius, Will adalah seorang yang tidak stabil kejiwaannya, jadi Jack Crawford menyuruh Dr.Hannibal Lecter, salah satu psikiater paling handal di sana untuk menjaga kejiwaan Will tetap stabil. Hanya saja tidak ada yang tahu (selain penonton) bahwa Hannibal adalah psikopat paling brutal dan licik yang pernah ada, dan Hannibal bukannya menjaga Will dia malah memupuk ketidakstabilan dalam diri Will dengan kasus-kasus pembunuhan yang dimanipulasi oleh dirinya sendiri.
Kasus pertama Will Graham adalah pembunuhan gadis-gadis mahasiswi Minnesota yang dilakukan oleh Garrett Jacob Hobbs, di kasus ini Will terpaksa membunuh Garrett Jacob Hobbs yang menggorok le
her anaknya Abigail Hobbs, yang menyalakan rasa bersalah Will dan mulai mengguncang kejiwaan Will. Lalu dengan kasus-kasus seterusnya dimana Dr.Lecter terus menerus mempermainkan kejiwaan Will dengan kasus-kasus pembunuhan sadis yang Dr.Lecter sendiri ikut campur tangan, dan juga membohongi FBI dan Will sendiri.

Halusinasi rasa bersalah Will Graham dalam bentuk Rusa, well gak tahu juga kenapa bentuknya rusa.
Pros
Hannibal mempunyai eksekusi yang menakjubkan, visualisasi yang kelam ketika menggambarkan keadaan kejiwaan Will, ketika menggambarkan halusinasi dan mimpi-mimpi buruk Will, dan juga Hannibal sering menggunakan teknik Time Lapse untuk menjelaskan keindahan latar tempat shooting dari seriesnya. Akting dari pemerannya juga bagus, terutama Hugh Dancy yang memerankan Will yang sakit jiwa, dan Mads Mikkelsen yang berhasil menghidupkan kembali salah satu tokoh literatur klasik paling sadis dan pintar yang pernah dibuat. Main story dari Hannibal tentang Will yang dipermainkan oleh Dr.Lecter adalah salah satu cerita Psychological Thriller terbaik yang pernah saya ikuti, bagaimana plot-plot licik yang ditarik oleh Dr.Lecter untuk merusak Will Graham state of mind begitu inciting, membuat penonton yang tahu apa yang terjadi sebenarnya merasa emosional. Selain itu juga adegan Hannibal masak dan makan makanan mewahnya keren-keren, walaupun ya jijik lihatnya soalnya kebanyakan yang dimasak sama Dr.Lecter itu manusia.

Bon Appe, Ewww.
Cons
Hannibal sebagai sebuah Thriller memang bagus, hanya saja sebagai sebuah Police procedural kurang menonjolkan aspek dari penyelidikan polisi. Seolah-olah setiap kasus begitu mudah untuk diselesaikan dengan empati dan sudut pandang pembunuh dari Will, kebanyakan bukan dengan bukti yang diperoleh polisi dari TKP. Banyak episode dari Hannibal yang membosankan bagian pertengahannya, seolah-olah isi dari episode tersebut hanya opening dan ending yang pentingnya. Selain itu Hannibal juga punya banyak adegan mayat yang begitu Disturbing, yang mungkin bisa membuat mual dan ngeri penontonnya.

I believe in angel~
Conclusion
Hannibal adalah series yang wajib untuk diikuti oleh penggemar Thriller, tokoh-tokohnya begitu menarik, main storynya begitu taut and tense, kadang apa yang dilakukan oleh Dr.Lecter begitu tidak tertebak kursi saya terasa sampai tertarik ke belakang karena terkejut, eksekusi dan latarnya begitu keren saya sampai pernah bilang wow. Sebagai sebuah thriller, Hannibal untuk membuat nafsu makan saya terpancing untuk mengikuti series ini.









































