
Selang empat belas tahun dari film pertamanya berjudul My Big Fat Greek Wedding, keluarga Portokalos kembali lagi membawa keriuhan dalam My Big Fat Greek Wedding 2 (MBFGW2), sekuel yang dirilis tahun 2016 ini. Seperti judul yang diusung, pesta pernikahan pasti tak terelakkan untuk terjadi lagi dalam film ini, dengan adat Yunani yang kental, tentu saja.
Film dibuka dengan pengenalan singkat dan mungkin sekedar pengingat untuk penonton yang telah menonton film pertamanya tentang tingkah laku keluarga Portokalos, keluarga Yunani yang menetap di Illinois, Chicago yang tinggal saling bertetanggaan dan bersebelahan. Kali ini, anak Toula (Nia Vardalos) dan Ian (John Corbett) yang bernama Paris (Elena Kampouris) telah beranjak dewasa dan kerap diingatkan oleh Gus (Michael Constantine), kakek dari Paris dan ayah dari Toula untuk cepat menikah dengan orang Yunani karena Paris sudah mulai terlihat tua (itulah hal yang sering diucapkan oleh Gus kepada Toula juga ketika Toula belum menikah). Paris tentu saja belum terpikirkan untuk hal itu, malah dia lebih fokus untuk mencari kampus untuknya kuliah nanti setelah lulus SMA dan dengan siapa dia akan pergi untuk prom night.
Suatu hari, Gus menemukan sertifikat pernikahannya dengan istrinya, Maria (Lainie Kazan) ternyata belum ditandatangani oleh pendeta pernikahannya yang menandakan bahwa mereka belum menikah secara sah, Hal ini tentu saja menjadi menghebohkan keluarga Portokalos yang bisingnya tidak karuan tersebut. Jadilah, mereka semua harus menyiapkan pernikahan lagi yang besar dan tidak biasa. Di tengah itu semua, Toula dan Ian juga berusaha untuk menyalakan api-api cinta dalam rumah tangga mereka yang dirasa meredup karena mereka sibuk mengurusi keluarga besar dan anak semata wayang mereka, Paris.

MBFGW2 ini masih memberi tribut kepada guyonan-guyonan yang dihadirkan di film sebelumnya. Intinya, apapun yang berkaitan dengan Yunani adalah yang terbaik. Paling tidak itu adalah doktrin yang (masih) kerap disampaikan oleh Gus sebagai seorang bangsa Yunani yang penuh dengan kebanggaan. Belum lagi menyebut anggota-anggota keluarga lain yang tidak kalah ramainya, tante-tante dan om-om yang berisik dan selalu ingin ikut campur, sepupu-sepupu yang menjadi tim penggembira dan juga tidak kalah berisik. Meskipun mereka berisik dan menyebalkan, mereka tetap kompak dan solid.
Berbicara tentang karakter-karakter di sini, Michael Constantine yang berperan sebagai Gus benar-benar mencuri perhatian. Dengan wajahnya yang komikal dan aksen Yunani yang kental, tiap kemunculannya tak pelak mengundang tawa. Satu lagi karakter kunci yang membuat film ini menarik, yaitu aunt Voula yang diperankan oleh Andrea Martin. Tak jarang lelucon-lelucon datang darinya yang membuat penonton dapat tertawa lepas.
Meskipun tak dapat dipungkiri terkadang terdapat beberapa jokes yang hit and miss dan repetisi bahan guyonan dari film pendahulunya yang signifikan sehingga film terasa stagnan, nyatanya MBFGW2 masih dapat dinikmati dengan segala kekonyolannya yang dibalut dengan nilai kekeluargaan yang hangat dan manis. Melalui film ini juga kita bisa mempelajari lebih jauh lagi tentang adat dan kebudayaan keluarga Yunani. Belum menonton film pertamanya bukanlah perkara besar jika anda ingin langsung menonton sekuelnya ini, kita masih dapat menikmatinya karena film ini terasa ringan dan mudah untuk diikuti. Film ini pun juga menunjukkan taringnya di kancah box office dengan pendapatan yang tidak terlalu mengecewakan. All hail Alexander the Great!






































