Jika saya ditanya mengenai film horor pendek terseram apa yang pernah saya tonton, maka saya akan dengan cepat mengatakan Lights Out sebagai jawabannya. Dengan tema yang sederhana mengenai sesosok makhluk misterius yang hanya muncul ketika lampu dimatikan dan akan hilang ketika lampu dinyalakan, film pendek Lights Out yang berdurasi sekitar 3 menit dan dirilis secara online pada tahun 2013 di Vimeo dan YouTube menurut saya sukses untuk membuat penonton berteriak ketakutan di ujung film setelah diberikan perasaan tidak enak sepanjang menonton yang notabene hanya sebentar tersebut.

Setelah film pendek Lights Out populer dan banyak diperbincangkan oleh para netizen, David F. Sandberg selaku sutradara lantas ditawari untuk membuat feature film atas Lights Out dengan James Wan sebagai produsernya. Dan ketika tahun lalu saya mendengar kabar resmi bahwa Lights Out akan dibuat feature filmnya, saya sangat antusias sekali akan hal tersebut dan penasaran bagaimana Sandberg akan mengolah film pendeknya menjadi film panjang.

Untuk plot film panjang dari Lights Out sendiri, dia bercerita tentang Rebecca (Teresa Palmer), seorang wanita muda yang tinggal sendiri dan terpisah dari ibunya, Sophie (Maria Bello) yang sudah sakit jiwa sejak lama dan diduga mempunyai teman imajinasi sendiri dan sering berbicara dengannya dalam kegelapan. Rebecca mempunyai adik tiri bernama Martin (Gabriel Bateman) yang masih tinggal bersama ibu mereka. Tiap malam, Martin sulit untuk tidur karena merasa ada sesuatu yang tidak beres di rumah ibunya yang membuat Martin menginap sementara di apartemen Rebecca. Tidak lama setelah itu, Rebecca merasakan adanya kehadiran makhluk misterius yang kerap mengganggu keluarga mereka dan hanya muncul ketika tidak ada lampu yang menyala.

Premis yang dihadirkan dalam Lights Out tidak jauh berbeda dengan film pendeknya, yaitu misteri makhluk yang hanya muncul ketika gelap dan akan menghilang ketika lampu dinyalakan. Jika di film pendeknya kita hanya bisa melihat paling tidak dua adegan mendebarkan, yaitu di koridor rumah dan di ruang tidur, maka teror yang dihadirkan di feature filmnya bisa dibilang bertubi-tubi. Dengan jalan cerita yang tidak berhubungan dengan film pendeknya, Lights Out menawarkan ketakutan tepat ketika film baru mulai. Tanpa basa-basi yang panjang, di awal film kita sudah diperkenalkan dengan makhluk misterius yang kerap menyerang dalam kegelapan. Di awal film juga tampak Lotta Losten, istri Sandberg sebagai pemeran pendukung yang merupakan pemeran utama di film pendeknya. Memang bukan rahasia lagi jika Sandberg kerap melibatkan istrinya di proyek-proyek filmnya.

Lights Out

Sejatinya film horor yang menyenangkan dan mencekam adalah yang mampu menyuguhkan efek jump scare secara efektif, yang mana Lights Out sukses dalam melakukan hal tersebut. Bisa dibilang sebagian besar faktor yang membuat Lights Out membuat jantung berdegup kencang dan membuat kita takut adalah karena royalnya sajian jump scare yang dihadirkan di film ini. Sang makhluk misterius tersebut bukanlah sosok yang pemalu, ia kerap muncul dalam kegelapan untuk menebar teror yang sudah dapat dipastikan seisi bioskop menjerit kaget dan ketakutan dibuatnya, belum lagi ditambah sound effect yang menjengkelkan (in a good way) gubahan Benjamin Wallfisch yang seolah bersinkronisasi dengan atmosfer film yang kemudian menjadi sajian horor yang mumpuni.

Tokoh-tokoh di Lights Out pun tampil tidak terlalu buruk karena kita masih bisa peduli dengan nasib mereka selanjutnya, terlepas dari beberapa dialog yang dirasa tidak terlalu penting. Gabriel Bateman berhasil mencuri perhatian sebagai Martin, tokoh anak kecil yang kerap diteror namun tetap terlihat berani dan stabil. Meskipun begitu, durasi film terasa sangat pendek dan film berakhir tanpa meninggalkan kesan mencekam seperti yang dapat dirasakan di pertengahan film, sehingga setelah menonton ini membuat saya merasa seperti sedang menaiki wahana paling ekstrim yang memacu adrenalin di taman bermain tapi hanya untuk waktu yang singkat. Namun kemudian, keputusan Sandberg untuk membuat durasi film hanya 81 menit mungkin sudah merupakan keputusan yang bijaksana untuk menghindari kebosanan karena tidak banyak variasi kengerian lain yang dapat dihadirkan film ini selain menghadirkan sosok seram dalam kegelapan.

 

Review overview
Story - 7.2
Horror - 8.1
Character - 7
A young adult who found an excessive bliss in watching movies.