LIFE

Memasang dua aktor muda mega bintang yang tengah digandrungi oleh banyak wanita di seluruh penjuru dunia untuk menjadi dua karakter tombak dalam sebuah film serius adalah suatu keputusan yang penuh risiko. Paling tidak, risiko itu yang coba diambil oleh Anton Corbijn (The American, A Most Wanted Man), seorang sutradara berkebangsaan Belanda yang memasang Dane DeHaan dan Robert Pattinson sebagai dua karakter sentral di film drama biopik berjudul Life.

Bersetting di tahun 50-an, Life mengisahkan tentang pertemuan James Dean (Dane DeHaan), seorang aktor muda yang tengah berusaha mengukuhkan namanya di jagat Hollywood dan seorang fotografer pemula bernama Dennis Stock (Robert Pattinson). Dennis mempunyai firasat yang kuat bahwa James Dean kelak akan menjadi aktor besar dan menjanjikan. Oleh karena itu, Dennis ingin mengabadikan foto-foto James Dean ketika dia sedang menjalani kesehariannya dan menawarkannya ke majalah Life. Dennis harus menyelesaikan pengambilan foto tersebut sebelum premiere film East of Eden, film yang dibintangi oleh James Dean. Dari situ, persahabatan pun terjalin di antara mereka berdua.

Selain sebagai seorang sutradara, Anton Corbijn juga merupakan seorang fotografer profesional. Jadi, meyutradarai Life adalah hal yang menarik baginya karena dia mempunyai kesempatan untuk mengeksplorasi hubungan antara Dennis Stock sebagai fotografer dan James Dean sebagai subjeknya. Jalan ceritanya sendiri dinarasikan secara perlahan dan tenang, hingga akhirnya pacing terasa lambat. Kalau sudah begitu, rasa bosan wajar menghinggapi karena nyatanya film ini memang terasa datar dan nyaris hampir tidak ada letupan konflik besar yang berarti.

Untuk memerankan karakter biopik memang tidaklah mudah. Apalagi jika karakter tersebut sudah amat terkenal dan meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Lantas, jika karakter tersebut coba untuk dihidupkan kembali melalui film, tugas berat datang kepada aktor yang memerankan karakter tersebut dan perbandingan pun tidak dapat terelakkan. Mungkin hal itu yang membuat Dane DeHaan sempat menolak 5 kali untuk memerankan James Dean karena dia merasakan beban yang berat untuk melakukannya sebelum pada akhirnya dia mendengarkan saran istrinya untuk mengambil kesempatan yang menantang itu. Lalu yang terjadi adalah Dane DeHaan menghidupkan kembali aktor James Dean dalam layar lebar dengan sangat meyakinkan.

Berbicara penampilan fisik, DeHaan sudah tampak amat sangat mirip dengan James Dean. Pembawaannya yang santai, hanya melakukan apa yang dia mau. Gerak-gerik yang aneh dan lunglai, serta gaya berbicara yang sekilas terdengar seperti seseorang yang sedang kecanduan berhasil dilakukan DeHaan dalam menggambarkan karakter James Dean. Hal-hal tersebut mungkin yang membuat film terasa dragging. Namun di balik karakteristik James Dean tersebut, tersirat seorang pribadi yang merasa hampa dan kesepian yang tengah berusaha menembus pasar Hollywood dan terobsesi menjadi aktor handal yang terkenal.

113464, Robert Pattinson, playing Life photographer Dennis Stock, and Dane Dehaan, dressed up as James Dean, film scenes for 'Life' in Toronto. Also pictured visiting the set was Pattinson's rumored flame, Caitlin Cronenberg. The pair were reportedly spotted kissing in 2013 while working on 'Maps to the Stars.' Toronto, Canada - Wednesday February 19, 2014. CANADA OUT Photograph: © Sean O'Neill, PacificCoastNews. Los Angeles Office: +1 310.822.0419 London Office: +44 208.090.4079 sales@pacificcoastnews.com FEE MUST BE AGREED PRIOR TO USAGE

Tantangan tersendiri juga dirasakan oleh Pattinson dalam memerankan Dennis Stock. Pasca The Twilight Saga yang membesarkan namanya, Pattinson kerap berusaha untuk keluar dari bayang-bayang karakter Edward Cullen dengan membintangi beberapa film dan ingin menunjukkan kesungguhannya sebagai seorang aktor, bukan hanya sekedar memanfaatkan ketampanannya yang seringkali dielu-elukan oleh banyak wanita. Dennis Stock di sini digambarkan sebagai seseorang yang pemalu, kikuk dan sering terlihat gelisah karena dia merasa karirnya dalam bidang fotografi belum terlalu mapan dan dia masih harus menghidupi mantan istrinya dan anaknya.

Penggambaran karakter Dennis Stock yang dilakukan oleh Pattinson sayangnya tidak terlalu berkenan untuk Susan Richards, janda dari Dennis Stock. Stock sendiri sudah tutup usia pada tahun 2010 di usia 82 tahun karena kanker. Menurut Susan Richards, Dennis Stock adalah orang yang humoris, enerjik dan penuh rasa percaya diri. Meskipun begitu, karakteristik Dennis Stock yang dibawakan oleh Pattinson di Life terasa klop dengan kesinambungan cerita dan terlebih lagi terasa pas untuk mengimbangi DeHaan yang memerankan James Dean.

Hubungan persahabatan Dean dan Stock memang tidak ditunjukkan langsung akrab dan dekat. Secara perlahan kita digiring dari bagaimana awal mereka bertemu, bagaimana Stock sudah dapat melihat dan yakin bahwa Dean akan menjadi the next big thing di perfilman Hollywood, bagaimana Stock mengikuti keseharian Dean dari Los Angeles ke New York kemudian ke kampung halaman Dean di Indiana semakin menaikkan intensitas kedekatan mereka sehingga tercipta persahabatan yang meskipun di awal terasa canggung, menjadi hangat dan dalam.

Plot yang terasa lambat dan dragging setidaknya terselamatkan oleh perpaduan sinematografi dan scoring yang mumpuni. Production value di film ini juga terasa sangat diperhatikan mengingat set dan properti yang digunakan di film ini sangat mendukung untuk menggambarkan situasi di tahun 50-an, tepatnya di tahun 1955. Gedung, kendaraan dan wardrobe adalah contoh kecil yang dapat dengan mudahnya dilihat.

Di tengah rasa kegelisahan yang kerap terasa dari kedua tokoh tersebut, Life mencoba menyampaikan pesan bahwa James Dean dan Dennis Stock adalah seniman di bidang mereka masing-masing yang tengah berusaha dan berjuang untuk melakukan pembuktian diri akan keahlian mereka dalam bidang tersebut meski terkadang mereka harus mengorbankan kepentingan kehidupan pribadi mereka.

Review overview
Acting - 7.8
Directing - 7.3
Story - 7.5
A young adult who found an excessive bliss in watching movies.