Raditya Dika. Nama itu memang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Ya, Raditya Dika adalah seorang entertainer Indonesia yang namanya makin melambung. Dikenal dengan novel-novel komedi nyeleneh hasil karya tulisannya yang pertama kali terbit tahun 2005, secara konsisten Dika tetap menulis novel yang mayoritas berisi tentang pengalaman hidupnya sehari-hari dengan gaya bahasa santai dan cenderung ceplas-ceplos. Hingga tahun 2015 ini, Dika telah menulis 7 novel yang di tiap judul novelnya mengusung tema binatang yang relatif laku di pasaran karena Dika telah mempunyai penggemar setianya yang rata-rata terdiri dari remaja-remaja dan anak baru gede yang menyukai gaya penulisan Dika. Selain sebagai penulis novel, Dika juga merupakan seorang komika stand up comedy yang akhir-akhir ini banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia dan dia pun aktif dalam dunia perfilman semenjak tahun 2009. Di penghujung tahun 2015 ini, Dika kembali eksis dengan film berjudul Single, film komedi romantis di mana Dika duduk sebagai sutradara, penulis skenario dan pemeran di dalam film tersebut.

Single mengusung jalan cerita tentang seorang pria late 20s bernama Ebi (Raditya Dika) yang tidak mempunyai peruntungan yang terlalu bagus dalam masalah percintaan dan tidak ahli dalam mendekati wanita. Dia juga belum mempunyai pekerjaan dan masih suka meminta uang ke ibunya tiap sang ibu datang ke Jakarta. Ebi makin merasa minder karena dia mempunyai adik laki-laki bernama Alva (Frederik Alexander) yang mampan dan tampan, benar-benar kontras dari Ebi.

Suatu hari di tempat kost Ebi, terdapat penghuni baru bernama Angel (Annisa Rawles). Seperti namanya, Angel memang cantik bak malaikat dan merupakan mahasiswi kedokteran. Karena ada wanita cantik yang nampaknya flawless dan selalu terlihat oke di setiap kesempatan, gila rasanya jika Ebi tidak menaruh hati pada Angel. Jadilah Ebi berusaha untuk mendekati Angel dan ingin mengakhiri kesendirianya dengan menjadikan Angel sebagai tambatan hati. Untuk melakukan hal tersebut, Ebi dibantu oleh dua teman dekatnya bernama Wawan (Pandji Pragiwaksono) yang berlagak paling tahu apapun dan Victor (Babe Cabita) yang sedikit-sedikit takut setan.

Perjalanan Ebi dalam mendekati Angel tidaklah selalu mulus karena ternyata Ebi mempunyai kompetitor lain dalam usaha mendapatkan hati Angel. Adalah Joe (Chandra Liow), seseorang yang sudah mengenal Angel sejak kecil dan merupakan ‘abang-abangan’nya Angel. Kita semua tentu saja tahu seperti apa tujuan ‘abang-adek’ ini akan berujung, pastinya Joe juga akan berusaha sebisa mungkin untuk menyingkirkan Ebi sebagai pesaingnya.

Raditya Dika tidak bisa dipungkiri memang paling jeli dalam mengangkat suatu isu sosial yang kerap melingkupi remaja maupun orang dewasa saat ini, yaitu status percintaan. Di Indonesia, kalau sudah terlalu single terlalu lama, akan dianggap sebagai status yang paling mengerikan dan menyedihkan. Single, tidak ada yang mengurus, tidak ada yang memperhatikan dan tidak ada pasangan untuk disayang-sayang. Dika mengangkat fenomena tersebut untuk dijadikan tema di film ini dan pola pikir serta prasangka-prasangka yang umum kita alami di kehidupan sehari-hari terkait status single alias tidak punya pacar alias tidak punya calon suami atau istri dengan cerdasnya dinarasikan dalam film berdurasi 127 menit ini.

Single

Karena film ini juga termasuk film komedi, maka mari kita bicarakan komedinya juga. Secara mengejutkan, film ini ternyata lucu. Walaupun guyonan garing terasa di beberapa adegan, tapi itu bisa dimaafkan oleh humor-humor lain yang nyatanya efektif dan tidak pelak mengundang tawa serta seringai kecil jika sedang memasuki bagian sindiran-sindiran satir tentang gaya hidup anak muda zaman sekarang. Untuk itu, kredit patut disematkan kepada para karakter-karakter di film ini atas guyonan yang mereka tawarkan terutama kepada karakter Ebi, Wawan dan Victor yang lebih sering bertindak konyol dan jenaka.

Untuk karakternya sendiri, berbicara secara jujur, memang pendalaman karakter yang begitu serius sepertinya tidak terlalu diperlukan untuk membuat film ini lebih menarik. Karena secara umum, performa para karakter di sini masuk di tahap lumayan. Tidak terlalu wah dan tidak pula jelek. Ebi yang memang tampangnya datar begitu-begitu saja (atau memang gaya khas Raditya Dika tiap berakting?), Angel yang yah… Memang flawless. Meskipun terkadang aktingnya masih terasa kaku dan naskah dialog bagian dia memang dia hanya membacanya saja, tidak disampaikan secara natural dan tidak dihayati, itu tidak menjadi masalah berarti karena dia cantik. Case solved. Sedangkan untuk karakter Joe, Chandra Liow sukses menghidupi karakter Joe yang annoying tingkat dewa.

Production value yang ditawarkan film ini juga tidak main-main. Film ini terasa mewah dan elegan yang dapat dilihat dari pemilihan setting tempat dan properti yang digunakan. Jangan lupakan juga pemandangan Bali yang walaupun sekilas, tapi ditangkap dengan indahnya oleh kamera.

Tidak heran bila film ini masih terus ditonton dan masih ramai hingga sekarang walaupun sudah diputar sejak 17 Desember lalu. Hal ini bisa sangat dimaklumi mengingat pemasaran yang dilakukan Raditya Dika sendiri sangatlah gencar. Saat pre-production film ini, dia sudah mengicaukannya di Twitternya yang mempunyai jutaan follower. Dengan bahasanya yang atraktif, Dika sukses menarik minat para followernya, belum lagi promo di media cetak dan media sosial lainnya. Hasilnya, film ini tidak kalah bersaing dengan Star Wars: The Force Awakens dan film Indonesia lainnya yang tayang berbarengan.

Pada akhirnya, Single adalah film komedi romantis yang terasa ringan dan menghibur dengan segala kekonyolannya. Film ini dapat menjadi opsi film Indonesia yang menyenangkan untuk ditonton di penghujung tahun ini atau jika ingin menontonnya di awal tahun baru 2016.

Review overview
Directing - 7.2
Story - 7
Acting - 7.1
A young adult who found an excessive bliss in watching movies.