Jika ingin membicarakan tentang makhluk-makhluk astral yang ‘khas’ dari Indonesia, kita pasti akan langsung teringat dengan pocong, kuntilanak, genderuwo, tuyul, jelangkung dan semacamnya. Makhluk-makhluk halus tersebut tak jarang menjadi bintang utama di perfilman horor Indonesia dan membawa teror. Beberapa film horor tersebut mampu memberikan kengerian mumpuni, namun beberapa juga menampilkan kengerian yang minim dikarenakan banyaknya adegan sensualitas yang ditonjolkan di film-film horor tertentu sehingga menghilangkan esensi dan jati diri atas film horor tersebut.

Di tahun 2015 ini, Badoet muncul sebagai salah satu alternatif film horor yang menjanjikan. Dilihat dari judulnya saja, kita sudah tahu bahwa objek kengerian yang akan ditampilkan berasal dari badut. Badut itu ibarat seperti dua sisi mata pisau, di satu sisi dia membawa manfaat dengan membawa keriangan yang didukung oleh riasan muka yang atraktif dan baju warna-warninya. Di sisi lain, dia dapat terlihat begitu mengerikan, yang mungkin bisa membuat beberapa orang ketakutan bahkan fobia terhadap badut. Sesuai dengan jargonnya yang catchy, “Datang Membawa Tawa, Pulang Membawa Nyawa”, Awi Suryadi yang sejatinya takut akan badut mencoba untuk mengangkat sisi kelam badut dengan membuatnya menjadi film berdurasi 85 menit.

Badoet berlatar belakang tempat di suatu rumah susun padat di Jakarta, di mana kita diperlihatkan tentang bagaimana kehidupan sehari-hari warga di sana yang tampak normal. Suatu hari, terdapat anak kecil yang bunuh diri secara misterius. Tak lama kemudian, beberapa anak kecil lainnya pun juga bunuh diri secara ganjil. Hal ini menarik perhatian Donald (Daniel Topan), Farel (Christoffer Nelwan), penghuni rumah susun tersebut dan Kayla (Aurelie Moeremans), teman kuliah Donald untuk menyelidiki peristiwa aneh tersebut.

Di tengah penyelidikan tersebut, mereka menemukan gambar-gambar badut dari barang peninggalan anak-anak kecil tersebut. Sementara itu, Raisa (Ratu Felisha), seorang ibu penghuni rumah susun tersebut merasa gelisah karena anaknya, Vino (Fernandito Raditya), menunjukkan peringai aneh sepeninggal teman-teman sepermainannya yang telah bunuh diri. Dibantu dengan Nikki (Tiara Westlake), seorang perempuan indigo yang berselisih paham dengan Donald di media sosial, mereka berusaha menyelidiki lebih jauh lagi tentang apa yang sebenarnya terjadi dan apa hubungannya badut dengan serangkaian hal-hal ganjil tersebut.

Badoet

Dari awal saya melihat teaser dan trailer film ini, tidak bisa dipungkiri, Badoet menampilkan atmosfer yang menarik untuk sebuah film horor. Dan ketika saya menontonnya, film ini tidak lantas menyuguhkan sederetan jump-scare terus-menerus dengan scoring yang berlebihan dan mengganggu untuk menakuti para penontonnya. Dia mencoba memberikan efek kengerian dengan membangun cerita dan misteri sang badut secara bertahap dengan menunjukkan teror-teror yang dihasilkan tanpa perlu memunculkan Kapten Cilukba (Ronny P. Tjandra), nama sang badut pembawa malapetaka di awal-awal film.

Pemilihan lokasi di rumah susun padat adalah ide yang cemerlang sebagai pondasi untuk membangun suasana horor. Hal itu dapat terjadi karena pergerakan kamera di film ini dengan cerdasnya menangkap sudut-sudut yang ada di rumah susun sehingga dapat membuat bulu kuduk merinding, ditambah dengan scoring yang terasa pas tanpa harus berleihan dalam usaha untuk mengagetkan penonton.

Meskipun tidak sering melakukan ‘penampakan’, Kapten Cilukba nyatanya masih terasa mengerikan dengan pemilihan waktu yang tepat untuk pada akhirnya dia muncul dan menebarkan teror. Ronny P. Tjandra memerankan perannya dengan baik sebagai kapten cilukba dengan properti yang detail, seperti kostum dan tata rias yang apik untuk menghidupkan karakternya . Sedangkan untuk karakter-karakter pendukung lainnya, mereka tidak terlalu mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendalaman karakter yang berarti, sehingga terkadang ada beberapa dialog dan interaksi antar karakter yang mudah kita lupakan begitu saja.

Secara keseluruhan, meskipun terasa lemah di karakterisasi dan ending yang terlalu terburu-buru untuk dieksekusi, Badoet merupakan sebuah film horor yang masih terasa mencekam dengan teknik pengambilan gambar dan scoring yang efektif untuk membuatmu merasa tidak nyaman sebelum akhirnya sang Kapten Cilukba muncul di waktu yang tepat.

Review overview
Story - 7.2
Acting - 7
Directing - 7.5
A young adult who found an excessive bliss in watching movies.