[Catatan penulis: Saya bukan fans Star Wars.

Satu tahun yang lalu, saya bahkan baru menyaksikan dua seri saga perang bintang ini: A New Hope dan Empire Strikes Back. Itu pun penuh perjuangan. Butuh beberapa kali percobaan dan fase ketiduran yang harus saya lewati untuk menyelesaikan DUA film saja. Tapi saya tahu, sebelum Desember 2015, saya harus khatam menonton semuanya. Alasannya hanya satu; agar layak mengulas The Force Awakens.

Ternyata satu tahun adalah waktu yang panjang untuk mengubah persepsi dan opini seseorang. Ya, saya mungkin tetap tidak bisa dianggap sebagai fans berat (karbitan mungkin lebih cocok) tapi kembalinya saga Star Wars kini menjadi hal yang sakral bagi saya. Ini bukan franchise film mengenai perang galaksi dari tahun 70 lagi, ini adalah sebuah kejadian besar yang tidak bisa dilewati. Benar, mungkin imbasnya film ini tidak akan sebesar kemunculan perdananya dan kalian mungkin tidak setuju dengan saya. Tapi saya bersyukur, pada tanggal 18 Desember 2015, saya bisa hadir ke bioskop untuk menyaksikan film ini dengan status ‘fans’. Terlepas dari pantas atau tidak, saya menyandang gelar tersebut.]

First thing first, apakah orang yang sama sekali belum pernah menonton Star Wars dapat menikmatinya?

Bila saga Star Wars adalah sebuah serial televisi, maka menonton The Force Awakens sama dengan menonton episode ketujuh dari serial tersebut. Kalian dapat menikmati akting, tata suara, dan efek visualnya sambil sedikit demi sedikit memahami gambaran besar ceritanya. But, you won’t get the the full experience. Since it’s Star Wars, you want to get the full experience.

Dan, berbicara dari perspektif orang yang pernah sama sekali tidak peduli dengan Star Wars, saya harap, bila kalian memutuskan untuk menyaksikan The Force Awakens, setidaknya berusaha untuk menonton atau mencari tahu mengenai cerita 6 film sebelumnya. It’s worth it.

Moving on.

Apa yang terjadi 30 tahun usai kekalahan Empire di Return of the Jedi? Bagaimana kehidupan para jagoan kita; Luke Skywalker (Mark Hamill), Princess Leia (Carrie Fisher), dan Han Solo (Harrison Ford) kini? Ya, kira-kira itulah dasar utama dari jalan cerita The Force Awakens.

Tapi, kita tahu, selain kembalinya trio dari trilogi original, ada juga beberapa karakter baru seperti Rey (Daisy Ridley), Finn (John Boyega), dan Poe Dameron (Oscar Isaac). Rey, adalah seorang pemulung dari planet Jakku. Finn adalah seorang storm trooper yang merasa tidak berada di pihak yang benar. Dan Poe Dameron, adalah pilot terbaik yang dimiliki The Resistance, atau yang dulu dikenal sebagai The Rebellion.

Star-Wars-7-Character-Guide-Finn-Rey

Beralih ke peran antagonisnya. Fungsi The Empire kini digantikan posisinya oleh First Order. Dan, di pimpinannya, mereka memiliki General Hux (Domhnall Gleeson) dan Kylo Ren (Adam Driver). Dan, saya hanya bisa menjelaskan sampai situ. Menceritakan lebih lanjut dapat merusak pengalaman menonton kalian nantinya. Meski sulit, saya akan berusaha mengulas film ini sesamar mungkin.

Memegang proyek sebesar Star Wars jelas bukan hal yang mudah. Ekspektasi para fans dipastikan akan melambung tinggi hingga tanggal rilisnya. Hal itu sudah terbukti saat The Phantom Menace dirilis. Sayangnya, saat itu, ekspektasi gagal dipenuhi. Di tangan JJ Abrams dan kepemilikan franchise yang beralih ke Disney, Star Wars berusaha dikembalikan ke jalur yang benar.

Tidak ada romansa mendayu di sini, tidak ada politik yang berkelit, dan karakter yang menganggu seperti Jar Jar Binks tidak terlihat. Star Wars kembali menjadi sebuah petualangan antar galaksi yang berdasar kepada karakter utamanya yang menarik. The Force Awakens tidak punya satu, dua, atau tiga karakter yang menarik, melainkan semuanya.

Favorit saya jatuh kepada Rey dan Kylo Ren. Rey hadir menemani Furiosa dan Ilsa Faust sebagai bad-ass heroines of the year. Banyaknya misteri yang menyelimuti asal-usulnya menjadi salah satu daya tariknya. Pemilihan Daisy Ridley yang relatif tidak populer sebagai Rey pun tidak bisa lebih tepat lagi. Ketika menyaksikan Ridley di layar, kita hanya akan mengenalnya sebagai Rey dan bukan siapa-siapa lagi. Hal yang sulit dilakukan bila seorang aktris telah memerankan beberapa karakter mengesankan sebelumnya.

Star-Wars-The-Force-Awakens-Kylo-Ren-revealed

Sementara, Kylo Ren, hadir sebagai suksesor dari Darth Vader yang sudah bukan rahasia lagi begitu populer dan ikonik. Adalah hal yang sulit untuk membuat karakter antagonis baru yang bisa melampaui kharisma dari Darth Vader. JJ Abrams bahkan tidak mencoba untuk melakukannya. Alih-alih, ia membuat itu semua menjadi bagian dari karakter dan motif Kylo Ren. Ia adalah seorang karakter yang selalu berada di bayang-bayang Darth Vader, dan kesulitan untuk bisa mengisi ruang yang ditinggalkannya.

Kekurangan yang dimiliki oleh Kylo Ren pun akhirnya berubah menjadi kelebihan dalam kekayaan penggambaran karakternya. Susah untuk tidak mencintai karakter yang terlihat begitu digdaya, namun memiliki cela di belakangnya.

Usai menonton, kalian akan menyadari adanya begitu banyak paralelisme antara The Force Awakens dengan A New Hope seperti Rey memiliki latar belakang yang mirip dengan Luke, dan Kylo Ren mirip dengan Darth Vader. Hal ini dilakukan untuk menciptakan rasa nostalgia untuk para penggemarnya, mengingat ini adalah kembalinya Star Wars ke layar lebar, penonton perlu merasakan sesuatu yang familiar sembari sedikit demi sedikit memasukkan elemen baru agar tidak merasa kaget.

Perlu diketahui juga bahwa The Force Awakens adalah seri pertama dari trilogi baru yang direncanakan, yang berarti film akan terasa sebagai set-up untuk episode selanjutnya. Untuk sebuah set-up, The Force Awakens sukses memancing ketertarikan dan dapat dimaafkan karena mengandalkan rasa nostalgianya. Namun, bila kalian mencari sesuatu yang benar-benar baru dan berani mengambil resiko penceritaan, maka kemungkinan besar kalian baru akan menemukannya di Episode VIII, yang kini memiliki potensi untuk menjadi film Star Wars terbaik.

Review overview
Story - 8.5
Acting - 9.5
Direction - 9
Blogging films since 2011. A romance and superhero genre aficionado.
  • http://pdft.net/ Herpiko Dwi Aguno

    Iko? Yayan? Dibahas dikit dong. Kesian mereka tampil bentar.