Review: Sinister (2012)

Sepertinya ini sudah mulai menjadi kebiasaan. Saya bukanlah orang yang berani.. nonton film horror. Saya pernah menonton film Nirina Zubir waktu saya masih SMP/SMA (kurang ingat), judulnya Mirror. 2 minggu saya susah tidur. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini malah suka menonton film horror yang hype-nya cukup bagus. Bahkan untuk film yang lumayan disturbing saya sudah mulai kuat. Siapa yang tahu tahun depan saya malah jadi penggila horror.
Anyway, seperti yang sudah saya bilang, saya mulai menonton film-film horror yang hype-nya lumayan bagus, seperti Sinister ini. Beberapa movie-blogger lokal di timeline twitter saya sering mengumbar tentang film ini. Mengatakan betapa seramnya, sambil terkadang menyandingkannya dengan Insidious. Walau takut, tapi saya penasaran. Setelah menemukan teman yang mau nemenin saya nonton, jadilah, jam 2 malam saya tonton Sinister ini. Hasilnya? Gila! Kami berdua jerit-jerit tengah malam. Perlu dicatat, kami berdua ini cowok.
Ethan Hawke (Before Sunrise, Before Sunset) berperan sebagai seorang penulis buku kriminal yang 10 tahun lalu berhasil menerbitkan buku best-seller dan kini sedang menyelidiki kasus pembunuhan baru. Tentunya karakter ini akan melakukan hal bodoh sepanjang film. Seperti misalnya, pindah ke rumah tempat kejadi pembunuhan. Tapi tidak apa-apa, kalau dia pintar film ini hanya 10 menit.

Mulai dari opening scene-nya yang sudah bikin kita “nyangkut”, aura-aura horror tersebar di mana-mana untuk kita serap hingga penghujung film. Hantunya sendiri menurut saya tidak seram, tapi Sinister ahli dalam membangun suasana sunyi lalu menggebrak kita dengan visual dan audionya yang sangat mengagetkan. Found footage yang memainkan peran penting sepanjang film dibuat dengan sangat apik dan “creepy”. Makin menguatkan aura Sinister yang sangat solid sebagai film horror.
Keseringan film horror ceritanya memang dangkal dan lebih senang memanfaatkan kebodohan karakter-karakternya, tapi Sinister punya plot semi-detective yang membuat penonton masih mau menebak-menebak sambil sesekali diberi penampakan. Ada beberapa hal yang bisa dipertanyakan seputar plotnya, tapi buat saya ceritanya sudah lebih cukup sebagai dasar film ini.
Semakin sedikit yang Anda tahu mengenai Sinister semakin bagus untuk Anda. Kalau bisa bahkan, cobalah untuk menghindari menonton trailernya.

