Review: Agents of S.H.I.E.L.D. S01E01

Cross-over di komik? Check. Cross-over di film? Check. Apa yang belum? Cross-over di TV! Dan itulah yang dilakukan oleh Marvel. Walau terlihat seperti proyek aji mumpung, ‘Agents of S.H.I.E.L.D.’ (AoS), nyatanya adalah lanjutan dari pembangunan Marvel Cinematic Universe (MCU) yang kini ikut merambah bidang TV. Bahkan kabarnya, Marvel sedang mengembangkan TV series baru yang akan berkisah mengenai Agent Carter. But, it’s another story.
AoS sendiri baru saja tayang perdana kemarin, dan episode pertamanya dikabarkan memiliki rating serial TV untuk genre drama tertinggi dalam 4 tahun terakhir.
Review:
S.H.I.E.L.D. (Strategic Homeland Intervention Enforcement & Logistic Division) adalah sebuah organisasi pemerintahan tingkat atas yang bertugas untuk menjaga kedamaian dunia secara diam-diam. Usai kejadian Battle of New York di The Avengers, banyak sekali perubahan yang terjadi pada dunia. Kini semua orang sadar akan keberadaan superhero bersamaan juga dengan alien. Adalah tugas dari S.H.I.E.L.D. untuk membereskan itu semua.
Diceritakan di sini, Agent Phil Coulson (Clark Gregg) membentuk tim baru berisikan Agent Ward (Brett Dalton), Agent May (Ming-Na Wen), Fitz (Iain De Caestecker), Simmons (Elizabeth Henstridge), dan juga (nantinya) Skye (Chloe Bennet) untuk ‘membersihkan’ dampak-dampak dari kejadian di New York. Seperti misalnya, mengambil senjata-senjata Chitauri yang bertebaran atau juga mengatasi kemunculan-kemunculan superhero baru seperti di episode pertama.
Satu hal yang dibutuhkan oleh AoS untuk sukses adalah keterkaitannya dengan MCU. Andai saja acara ini tidak ada sangkut pautnya dengan Thor, Capt. America, Iron Man, atau Hulk, saya tidak yakin ada yang mau menonton acara ini. Dan mereka tahu betul bagaimana mengeksploitasinya. Bila kalian memang adalah long-fan dari superhero movie, banyak sekali nods dan referensi terhadap genre superhero. Bahkan sampai satu titik, saya merasa terlalu banyak meskipun tetap menyenangkan.
Film-film Marvel sendiri terkenal dengan dunia fantasinya, berbanding terbalik dengan approach yang diambil oleh DC dengan realismenya. Tapi di sini, dunia fantasi itu seperti dilonggarkan hingga kelewatan. Dengan singkat kata bahkan bisa dibilang terlalu ngayal. Saya tahu ini adalah dunia di mana raksasa berwarna hijau bisa muncul di tengah kota, tapi teknologi yang dimiliki S.H.I.E.L.D. di sini terlalu tinggi hingga saya bingung kenapa agen-agennya tidak menjadi superhero saja?

Belum lagi dengan istilah-istilah pseudo-science yang terlalu berlebihan. Bila digunakan terlalu banyak, menurut saya penonton malah bukannya percaya tetapi malah sebaliknya. Mereka benar-benar harus menurunkan kadarnya, karena sejujurnya kita semua tahu itu bullshit.
Satu pertanyaan besar lainnya yang menyelimuti AoS tentunya adalah spekulasi bagaimana karakter Phil Coulson mampu selamat. Tentunya kita semua sudah menonton The Avengers dan tahu bahwa karakternya mati karena dibunuh oleh Loki. Namun di AoS, Coulson terlihat baik-baik saja. Nah, meski di episode pertamanya memberikan sedikit penjelasan, namun tampaknya masih ada rahasia lebih besar lagi di belakang ini semua. Yang tentunya, akan dibuka perlahan-lahan sepanjang season pertama.
Berhubung ini juga produk Marvel, tidak lengkap rasanya bila tidak ada lelucon di mana-mana. Apalagi Joss Whedon adalah kapten dari proyek ini. Banyak jokes khas Whedon bertebaran, membuat acara ini menjadi light, berbanding terbalik dengan tema dark yang diusung oleh Arrow milik DC.
It’s just the pilot, it had its flaws but I’m willing to see more of it.

