Review: You Are The Apple of My Eye (2011)
Aku ingin menjadi sukses, membuat perubahan kecil di dunia ini. Tapi dunia yang kutahu hanyalah hatinya.
Sebenarnya tinggal menunggu waktu saja bagi saya untuk nyasar ke film Taiwan. Setelah film-film Korea Selatan dan Thailand, memang tujuan selanjutnya pasti ada sangkut pautnya dengan China. Maka, ketika film You Are The Apple of My Eye ini cukup digembor-gemborkan, saya langsung tertarik untuk menontonnya. Apalagi banyak yang bilang filmnya mirip “Crazy Little Thing Called Love”.
YATAOME (panjang banget ya singkatannya) mengambil set masa lalu di mana para karakternya masih duduk di bangku SMA. Adalah Ko Ching-teng, pemalas bernilai jelek yang terlihat tidak memiliki masa depan. Ko mempunyai beberapa teman dekat yang semuanya menyukai Shen Chia-yi, perempuan paling cantik dan pintar di kelas. Bisa ditebak, seiring dengan waktu, Ko akan mengikuti jejak temannya. Saya sendiri tidak akan terlalu banyak mengungkap plotnya, karena lebih sedikit yang Anda ketahui lebih baik untuk kenikmatan menontonnya sendiri.
Memang benar apa kata orang-orang, menonton film ini mengingatkan saya dengan “Crazy Little Thing Called Love”. Dari suasana sekolah, sinematografi, hingga karakter dan ceritanya yang sangat mudah untuk dihubungkan dengan masa lalu kita. Bedanya, saya puas dengan CLTCL, tidak dengan YATAOME. Berjalan dengan baik dari awal, memiliki semua faktor penting dalam romantic-comedy, seharusnya film ini juga bisa berakhir dengan benar. Tapi entah karena mengikuti kisah asli dari sutradaranya sendiri atau memang bingung menemukan ending yang pas, saya harus bilang saya kecewa. Kecewa di sini bukan berarti saya selalu menginginkan ending yang baik untuk semua karakter, tapi saya butuh ending yang jelas dan semua alasannya terpaparkan. Sebuah hal yang tidak saya temukan di film ini. Semuanya berjalan abu-abu, penonton disuruh menebak mengapa ini terjadi mengapa itu tidak. Mungkin banyak yang tidak setuju, but hey, that’s your opinion!
Jadi, apakah film ini layak untuk ditonton? Tentunya layak. Film ini bukanlah jelek sekali hingga sangat menyebalkan untuk ditonton. Banyak sekali yang ditawarkan, kebetulan hanya endingnya saja yang tidak saya sukai. Mungkin, Anda akan mempunyai opini yang berbeda. Untuk semua alasan tersebut, saya merekomendasikan film ini untuk Anda, sekalian nostalgia dengan masa lalu.



