Review: ATM (Er Rak Error) (2012)
“Cash in on laughter”
Kalau sudah baca artikel 10 Film Paling Ditunggu Tahun 2012 saya, pasti film yang satu ini tidak asing lagi di kuping Anda. ATM adalah film romantic-comedy terbaru dari rumah produksi Thailand, GTH, yang sudah terkenal mengeluarkan film-film top seperti SuckSeed, Hello Stranger, dan Bangkok Traffic Love Story. Dengan jajaran cast yang juga sudah tidak asing lagi seperti Chantavit Dhansevi (Hello Stranger, Hormones, Coming Soon) dan Thawat Pornrattanaprasert (SuckSeed), memang tidak heran lagi bahwa film ini langsung saya kejar midnight shownya hari Sabtu, 4 Februari kemarin. Dan harus saya katakan, saya puas!
Cerita dimulai dengan perkenalan penonton dengan Sua dan Jib, sepasang kekasih yang bekerja di sebuah bank yang melarang para karyawan untuk saling berpacaran. Selama 3 tahun, Sua dan Jib menjalankan hubungannya diam-diam. Ironisnya, Jib yang notabene memiliki jabatan lebih tinggi dari Sua, seringkali memecat pegawai yang ketahuan pacarnya. Jenuh dengan keadaan, mereka memutuskan untuk menikah. Sayangnya, tidak ada yang mau mengalah untuk keluar dari perusahaan. Di tempat yang berbeda, Chonburi, ada Peud dan Pad yang menyadari bahwa salah satu ATM dari bank tempat Sua dan Jib bekerja memiliki “bug” yang mengakibatkan setiap uang yang ditarik dari ATM tersebut akan keluar dua kali lipat. Berita cepat tersebar dan akhirnya ATM itu pun “laris manis”. Pihak bank pun tidak tinggal diam, mereka mau semua orang yang menarik uang gratisan tersebut untuk mengembalikannya. Sua dan Jib pun bertaruh, siapa yang tidak berhasil menagih semua uang gratisan tersebut harus keluar dari pekerjaan. Selanjutnya, ATM dipenuhi dengan kekonyolan super gila khas Thailand dalam kisahnya.

Tahapan awal film ini menurut saya terasa sedikit hambar dan membosankan. Cukup lambat dalam memperkenalkan karakter dan menyusun masalah utamanya. Ketika akhirnya konflik sudah timbul, film ini berubah menjadi sangat menyenangkan. Mungkin bagi beberapa orang termasuk saya, awalnya akan merasa komedinya sedikit lebay. Tapi ketika sudah mulai terbiasa, saya sendiri pun akhirnya tidak sungkan untuk ketawa. Dari awal hingga akhir, penonton memang digeber dengan komedi yang memiliki taraf kelucuan yang bermacam-macam. Bahkan beberapa adegan benar-benar membuat saya maju-mundur di kursi (aduh gimana ya gambarinnya..) karena benar-benar lucu!! Di tengah-tengah menonton, mungkin film ini sedikit akan mengingatkan Anda dengan Mr and Mrs Smith, karena sama-sama menggambarkan pasangan yang sedang bersaing hingga menghalalkan semua cara sampai kadang mereka lupa bahwa mereka saling mencintai. Ah, akhirnya kita sampai juga pada bab cinta. Unsur romantisnya, walaupun tidak banyak dan cenderung lebih dipadatkan pada 15 menit terakhir terbukti ampuh menjadi bagian penutup film ini. Seperti biasa, tidak klise dan tidak gampangan, penonton diberi konklusi yang terlihat telah dipikirkan dengan matang. Penggambaran karakter mana yang jahat dan baik tidak hitam dan putih, penonton harus bergelut sendiri dengan 2 opini di pikirannya dalam menentukan pemeran antagonis dan protagonisnya. Para aktor dan aktrisnya juga tidak boleh dilupakan. Sejak menonton Hello Stranger, memang saya sudah suka dengan Chantavit Dhansevi, karakternya yang keseringan adalah konyol namun bisa romantis benar-benar adalah paduan yang pas untuk film semacam ini. Untuk Preechaya Pongthananikorn sendiri yang berperan sebagai Jib, walaupun kurang terkenal namun berhasil menampilkan comical expression dan tentunya adalah eye candy dari film ini.
Memiliki start yang buruk, namun ATM mampu menghibur penontonnya dengan total dari tengah hingga akhir ceritanya. Truly an entertaining movie!


