Review: Oz The Great and Powerful (2013)

Bukannya benci, tapi saya cenderung menghindari film-film yang berbau fantasi berlebihan. Apalagi kalo settingnya sudah masa lalu dan melibatkan kerajaan-kerajaan. Dan jujur saja, saya belum pernah menonton Star Wars, Lord of The Ring, dan Avatar karena alasan tadi. Dengan dasar seperti itu, seharusnya saya tidak menyukai Oz The Great and Powerful. Tapi nyatanya, saya malah menikmati tiap detik dari film berdurasi 2 jam ini.
Oz The Great and Powerful adalah sebuah prekuel dari film klasik tahun 1939 berjudul The Wizard of Oz yang mana saya sendiri belum menontonnya. Tapi dari yang saya alami, Oz (2013) mampu berdiri sendiri. Lagipula, tidak semua orang bisa menonton film tahun 1939 di jaman sekarang ini. Bercerita seputar Oscar Diggs (James Franco) atau dipanggil Oz, seorang pesulap yang terdampar ke dunia Oz. Menurut ramalan dunia Oz, akan datang seorang penyihir pria yang akan membawa kedamaian ke tanah Oz. Oscar yang awalnya merasa diuntungkan oleh keadaan perlahan menyadari bahwa ramalan tersebut tidak cocok dengan dirinya. Iapun dihadapkan dengan beberapa tantang sulit dari 3 penyihir perempuan di Oz.
Pada akarnya, Oz adalah film hiburan untuk anak-anak. Visual dan 3D menawan, jalan cerita yang mudah dimengerti, dan juga tebaran-tebaran leluconnya yang lucu. Namun, saya selalu merasa Oz lebih dari itu. Dari tangan Sam Raimi yang mayoritas dikenal karena film Spider-Man dan Evil Dead-nya, Oz adalah sebuah perjalanan sinematik yang memuaskan. Tengok opening scene-nya yang hanya menggunakan ratio 4:3 dan hitam putih. Ketika sampai di Oz, layar mulai melebar dan berwarna. Briliant.
Bagaimana Raimi juga tidak membuat sebuah dongeng menjadi sajian dewasa juga adalah keputusan yang tepat. Sampai sekarang saya masih tidak menikmati adaptasi modern seperti Alice in Wonderland atau Snow White and The Huntsman yang terbaru. Dengan Oz, semuanya lebih mudah untuk diterima. Kenapa? Karena ia sejatinya kembali kepada dirinya, sebuah dongeng.
Tapi Oz juga bukan tanpa cela, pemilihan Mila Kunis sebagai salah satu dari 3 penyihir adalah keputusan yang sangat buruk. Total Miscast! Mesti para penonton kaum Adam akan menikmati lekuk tubuhnya di menit-menit awal, namun semua itu hilang ketika karakter Mila Kunis mengalami perubahan nasib, yang mana juga disajikan dengan sangat buruk.
Tapi dari segi cerita dan visualnya, Oz adalah hiburan yang mengasyikkan!

