Review: The Berlin File (2013)

Seorang agen ‘hantu’ yang berasal dari Korea Utara, Pyo Jong-Seong (Ha Jung-woo), terperangkap dalam eskalasi konspirasi tingkat atas ketika proses penjualan senjata api ilegal berlangsung tidak mulus. Banyak desas-desus yang beredar. Akan tetapi, Pyo harus mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi, apakah ia telah dihianati sang istri atau negaranya sendiri? Dan hal tersebut membutuhkan cara-cara yang rumit untuk menguaknya.
The Berlin File langsung menghadapkan penonton dalam sepak terjang koreografi tarung yang mumpuni dan sebening kristal untuk dilihat. Hal tersebut membuktikan bahwa sang sutradara Ryoo Seung-wan serius menggarap film aksi ini. Selain itu, penempatan peran yang tepat pada masing-masing aktor juga cukup terasa. Mereka memainkan peran mereka dengan baik. Sedikit kritik, akting pemeran sidekick di dalamnya bisa dibilang kurang mumpuni, khususnya para aktor non-Korea yang memerankan agen-agen asing. Sinematografi yang ‘segar’ di mata juga tidak lupa untuk disuguhkan di dalamnya.
Meski mengusung tema ala Bourne, The Berlin File tidak serta-merta melupakan jati dirinya. Penonton juga terbawa atmosfer ketegangan voltase tinggi yang mampu menyedot perhatian dan membuat mereka betah berlama-lama dengan sajian beberapa adegan tarung yang terasa ‘fresh’. Namun, hal yang justru saya amat sayangkan ialah, adegan baku tembak menjelang akhir film yang tampak terlalu klise dan membosankan. Ya, saya rasa penikmat film aksi sudah berulang kali mencicipi adegan-adegan tersebut di banyak film Hollywood.
Jelas, The Berlin File bukanlah satu-satunya film aksi terbaik yang pernah dibuat. Akan tetapi, ketika kita melihatnya dari skala film aksi yang berasal dari Negeri Ginseng tersebut, The Berlin File sudah pasti salah satu film aksi yang paling menarik untuk ditonton tahun ini.

