Review: The Smurfs 2 (2013)

Review yang buruk terhadap film pertama bukanlah menjadi penghalang bagi para mahluk biru ini untuk melanjutkan petualangan mereka. Ya, mahluk biru yang lebih dikenal dengan sebutan Smurf ini hadir kembali dengan sekuel terbaru mereka bahkan film ketigapun sudah disiapkan untuk rilis pada tahun 2015. Masih disutradarai oleh Raja Gosnel, para Smurfs siap untuk menjadi tontonan keluarga yang jadwal rilisnya berdekatan dengan libur lebaran tahun ini.
Gargamel (Hank Azaria) yang tertinggal di dunia manusia kini telah menjelma menjadi pesulap ternama yang sedang melakukan tur ke Paris, Prancis. Dengan bantuan dua Naughty ciptaannya Vexy (Christina Ricci) dan Hackus (J.B Smoove) serta kucing peliharaannya Azrael, Gargamel berhasil menculik Smurfette (Katy Perry) yang memegang formula untuk mengubah para Naughty menjadi Smurf sejati. Mendapati anggota keluarganya sedang dalam bahaya, Papa Smurf (Jonathan Winters), Clumsy (Anton Yelchin), Grouchy (George Lopez), dan Vanity (John Oliver) pun bertualang kembali ke dunia manusia dan bertemu dengan teman manusia mereka Patrick (Neil Patrick Harris) dan Grace (Jayma Mays) yang sekarang sudah dikarunia seorang anak laki laki bernama Blue (Jacob Tremblay).
Dengan bantuan Patrick dan Grace, para Smurf ini berangkat ke Paris dalam misi menggagalkan Gargamel untuk memperoleh formula dari Smurfette. Dilain sisi, Smurfette yang merasa bahwa dirinya bukanlah Smurf sejati karena pada awalnya dia merupakan ciptaan Gargamel mulai mempertanyakan siapa keluarganya yang sebenarnya. Apakah dirinya merupakan bagian dari Smurf atau bagian dari Gargamel dengan para Naughty ciptaannya.

Smurfs 2 tidak memberikan hal yang baru dalam segi cerita yang disuguhkan, masih menggunakan pakem seperti film pertamanya, tidak memberikan nafas baru untuk sekuelnya ini. Bahkan dirasakan penurunan kualitas dari yang pertama. Humor humor yang diberikan tidak menghibur sama sekali, terasa sangat memaksa dan berusaha untuk membuat penonton tertawa yang gagal dilakukan. Selain itu, jalan cerita dari film ini juga terasa terlalu keras berusaha untuk menyampaikan pesan moral kepada penonton memalui karakter karakter yang dimunculkan yang menurut saya justru membingungkan jalan cerita yang ingin diarahkan.
Untuk unsur animasi para Smurfs, terlihat terlalu kasar dan tidak dapat menyatukan dengan baik para karakter yang diperankan oleh manusia. Para Smurfs dan para manusia terlihat seperti dua bagian yang berbeda yang kemudian disatukan dalam satu layar.
Smurfs mungkin bisa menjadi alternatif tontonan bagi anda yang ingin membawa anak, keponakan, serta adik sepupu mengisi waktu libur lebaran ini. Anak kecil mungkin akan terhibur, sedangkan para orang dewasa yang menemani mereka akan dipaksa untuk menikmati film ini.

