Review: The Conjuring (2013)

Tampaknya James Wan merasa belum puas meneror penonton lewat Insidious di 2010 silam. Dengan bekal dan gaya yang lebih-kurang mirip seperti horor yang sebelumnya pernah digawanginya itu, Wan kembali untuk meneror penonton dengan materi yang terasa lebih mencekam sekaligus mengerikan setelah kita menyaksikan trailer perdananya yang dirilis beberapa bulan lalu. The Conjuring mengisahkan duo investigator gaib yang lagi-lagi harus berurusan dengan makhluk halus. Konon, kisahnya sendiri diadaptasi dari kejadian nyata yang dialami oleh Ed dan Lorraine Warren di awal 70-an.
Horor terakhir yang begitu mudahnya saya ingat dan punya beberapa kemiripan dengan The Conjuring ialah The Awakening (2011) dan The Woman in Black (2012); lewat dekorasi antik, rumah yang sudah terlalu tua untuk ditinggali serta suara-suara derit yang tidak mengenakkan di telinga, sehingga mampu menciptakan atmosfer yang begitu mendukung. Bahkan ketiga film tersebut memiliki taktik menakut-nakuti yang serupa.
Ya, hal tersebut dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Wan untuk memberi perasaan ngeri lewat shot-shot yang membuat bulu kuduk berdiri. Bahkan ada di antaranya yang cukup orisinal dan tidak bisa dibilang ‘mencontek’ substansi horor-horor eksorsisme lain. Toh demikian, beberapa adegan memang sudah pernah dipraktikkan di film-film horor serupa — hal tersebut cukup terasa bagi penonton yang semasa hidupnya sudah sering mencicipi berbagai film horor.

Di sisi lain, Wan memilih untuk tidak meneror penontonnya dengan tergesa-gesa, ia memilih mengonstruksi tensi ketegangan dan atmosfer The Conjuring dengan perlahan menuju puncaknya yang semakin membikin penonton bak duduk di ‘kursi panas’ hingga ingin cepat-cepat keluar dari bioskop.
Menemukan horor yang bagus itu sulit. Apalagi yang memiliki efek tahan lama setelah menyaksikannya. Toh begitu, The Conjuring terkesan seperti sebuah oasis di padang gersang. Terasa fresh, tapi tidak memiliki efek tahan lama terhadap penonton setelah melangkah keluar dari bioskop. Jangan salah sangka dulu, saya harus mempertegas bahwa hal di atas hanyalah secuil poin minor. Sebab, pada akhirnya, The Conjuring merupakan horor yang sanggup membikin sebagian besar penonton kaget setengah mati, dan kebanyakan penonton wanitanya menjerit histeris.

