Review: A Good Day to Die Hard (2013)

Jadi, dalam rangka menyelesaikan Phase 2 dari Expendables yang akan berakhir di Expendables 3 nanti. Saya berniat menonton semua film solo personilnya. Sejauh ini The Last Stand dari Arnold Segerbuger udah direview. Sekarang saatnya A Good Day to Die Hard dari Bruce Willis, atau biar singkat kita sebut Die Hard 5 saja. Btw, tahukah Anda bahwa Indonesia adalah negara pertama yang menayangkan Die Hard 5?
Jadi sebelum masuk ke review, saya akan mengaku jujur bahwa film Die Hard yang sudah saya tonton hanya 2. Yaitu yang pertama dan yang keempat. Yang pertama menurut saya adalah all-time classic action movie, dan yang keempat punya Mary Elizabeth Winstead. So, I love them both. Jadi ketika saya masuk ke dalam studio, I was hoping for another decent Die Hard movie, not a Transformers movie with Bruce Willis.
Die Hard 5 ini benar-benar membingungkan. Bukan karena saya bodoh dan tidak bisa mengerti plot dan twistnya yang dipaksakan untuk terlihat cerdas. Tapi story-tellingnya benar-benar buruk, sehingga hal yang paling mudah bisa dicerna adalah actionnya. Tapi mengapa sampai ada mobil jungkir balik, kita tidak tahu kenapa. We just go with it. Benar, mungkin ada beberapa orang yang bisa menikmati hal seperti itu, sama halnya seperti saya bisa menikmati sebuah film Transformers. Ekspektasi. Itu yang mengubah segalanya. Saya masuk mengharapkan film Die Hard, bukan Transformers. Dan jujur saja saya kecewa. What can I say, expectation kills.

Sebagai catatan, adegan ini disensor
Di sini, seingat saya, Bruce Willis pergi ke Rusia untuk mencari anaknya (Jai Courtney). Tapi sampai sana juga belum apa-apa sudah adegan kejar-kejaran mobil dan ledakan sana-sini. Sepertinya sang sutradara percaya bahwa intensitas action dapat direkayasa dengan editing supercepat, visual yang penuh ledakan, dan suara yang demi tuhan itu barusan ada bom dimana?? Tapi bila kita menilik ke dalamnya, itu kosong hampa. Semua terjadi sebagai atribut saja.
Tidak nyambung, tapi saya adalah salah satu orang yang tidak pernah ke toilet saat menonton film di bioskop. Tapi di film ini saya memutuskan untuk kencing daripada melihat another action sequence yang terlalu repetitive. Dan bila Anda berpendapat bahwa Die Hard akan berakhir di installmentnya yang kelima ini, saya malah melihat bahwa sepertinya ini akan berlanjut, meski tanpa Bruce Willis. Karena Jai Courtney terlihat mampu membawa Die Hard untuk terus berjalan, semoga, ke arah yang lebih cerah.

