Review: Les Misérables (2012)

Bentar-bentar! Sebelum baca review ini dan menonton filmnya, kalian penasaran nggak sih gimana cara baca judulnya? Jangan sampai nanti sudah sampai loket terus salah menyebut lalu ternyata di belakang kalian ada orang yang bisa bahasa perancis, terus kalian diketawain. Nggak mau kan? Jadi menurut riset dan survey yang saya lakukan cara melafalkannya adalah “Lay Mee-say-hrabl” (dengan pelafalan bahasa Inggris) atau lebih mudahnya “Le Me Sse hrab” (dengan pelafalan bahasa Indonesia). Oke, sekarang sana beli tiketnya, karena film ini benar-benar patut ditonton!
Les Misérables diangkat dari novel klasik ciptaan Victor Hugo dan sudah diadaptasi seringkali dalam bermacam-macam medium. Ada versi broadway-nya, ada versi filmnya, dan kini ada versi film musikalnya. Dan ketika Anda mendengar film musikal jangan membandingkannya dengan film enteng seperti Pitch Perfect, karena film yang satu ini benar-benar musikal. Dalam kata lain 98% dialognya adalah kata-kata bernada diiringi musik. Bagi seseorang yang menganggap hal itu lucu atau tidak biasa, maka disarankan Anda untuk mengenyam pendidikan Glee selama 4 season terdahulu.
Bersetting di Prancis pada abad ke-19, diceritakanlah Jean Valjean (Hugh Jackman) seorang tahanan yang dihukum karena mencuri sepotong roti demi keponakannya yang kelaparan, baru saja dibebaskan. Namun dalam masa percobaannya dia menghilang dalam lindungan gereja dan mulai mencari kehidupan baru setelah dirinya mengerti cara mencintai sesama. Javert (Russel Crowe) seorang polisi yang sangat keras dan telaten dalam mengerjakan tugasnya, terus mencari-cari keberadaan Valjean, bahkan hingga berbelas-belas tahun kemudian.

8 tahun kemudian, semuanya berubah. Valjean berhasil menjadi walikota yang baik, ya semacam Jokowi gitu. Di sinilah ia bertemu dengan Fantine (Anne Hathaway), mantan buruh di pabrik Valjean, yang kini harus bekerja sebagai PSK demi membiayai anaknya, Cosette, yang ditinggal kabar bapaknya. Apa yang terjadi selanjutnya adalah janji Valjean untuk menjaga kelangsungan hidup Cosette sembari dirinya menghindar dari kejaran Javert selama bertahun-tahun. Dibumbui juga dengan kisah revolusi Prancis, Les Misérables adalah gambaran kehidupan kaum menengah ke bawah di Prancis pada abad 19.
Tentunya apa yang saya ceritakan hanya gambaran besar dari Les Misérables. Filmnya masih banyak memiliki hal di bawah selimutnya. Selama 158 menit, penonton akan dibawa terombang-ambing emosinya dengan mulut terbuka entah ingin ikut bernyanyi atau simply ternganga akan keindahannya. Tidak akan ditemui kebodohan karakter ala Hollywood yang seringkali membuat penonton kesal. Semuanya berjalan dengan baik dan tanpa cela.
Namun, akting dari pemainnya lah yang benar-benar memainkan peranan besar. I mean, bagaimana caranya membuat Wolverine dan Catwoman bernyanyi bersamaan tanpa terdengar seperti catfight? Both Hugh Jackman dan Anne Hathaway memberikan performance terbaik mereka. Walau sepertinya tidak mungkin, tapi saya tidak akan keberatan bila Hugh Jackman menyambar gelar Best Actor di Oscar nanti. Dan Hathaway, just give her goddamn Oscar already!

Lalu ada juga Sascha Baron Cohen dan Helena Bonham Carter sebagai pasangan Thénardier yang kerap mengundan tawa tanpa terkesan murahan. And they sing too! Kapan lagi coba liat Borat nyanyi? Lalu nantinya Anda akan bertemu dengan Cosette dewasa (Amanda Seyfried), Eponine (Samantha Barks), dan Marius (Eddie Redmayne). Mereka akan menawarkan kisah cinta yang lebih baik dari 5 film Twilight itu. Weakest link pada cast-nya mungkin terdapat di Russel Crowe. Tapi sejujurnya saya sendiri tidak terlalu bermasalah dengan dirinya. But yes, he’s the weakest of all.
Tata produksinya juga susah untuk dikritik. Karena tidak seperti film musikal yang saya tonton, para pemainnya bernyanyi secara live di sini. Sedangkan film-film lain seringkali hanya lipsync. Lalu ada setting, kostum, dan sinematografinya yang cantik. Musiknya juga tidak kalah dan hanya menambah alasan bahwa Anda harus menontonnya di bioskop dengan segala audionya yang memang mumpuni.
Les Misérables adalah film yang dibuat sangat cantik dan indah dengan akting para cast-nya yang luar biasa.

