Review: The Lone Ranger (2013)

Mungkin kalian seperti saya, sering mendengar dan familiar terhadap ‘Lone Ranger’ tapi tidak benar-benar tahu apa itu. Ternyata, The Lone Ranger ini awalnya adalah sebuah seri radio yang kemudian diadaptasi menjadi komik, kartun, bahkan film. The Lone Ranger (2013) adalah pertama kalinya karakter ini dibawa lagi ke layar perak setelah vakum selama 32 tahun.
Lucunya, The Lone Ranger bahkan tidak berfokus terhadap character title-nya yaitu, Lone Ranger (Armie Hammer), dan memilih untuk bercerita lewat sudut pandang Jack Sparr… maaf, maksud saya Tonto (Johnny Depp). Kharisma Johnny Depp memang tidak terbantahkan dan sepertinya penonton menyukainya terus-terusan hingga Pirates of Caribbean 5 akan dirilis tahun 2015. Suatu fenomena yang mulai saya kurang pahami. Di film ini, Johnny Depp bahkan seperti me-recycle aktingnya untuk film bajak laut ketimbang film koboy.
The Lone Ranger berdurasi kurang lebih 2 setengah jam untuk menceritakan asal mula dari Tonto dan John Reid, yang nantinya menjadi Lone Ranger. Cukup lama, tapi kalau kalian suka Jack Sparrow, sepertinya hal ini tidak menjadi masalah. Alih-alih serius atau menjadi kelam seperti trend reboot baru-baru ini, The Lone Ranger adalah sebuah komedi dan hampir menjadi parodi. Plotnya bahkan tidak membuat saya peduli, bahkan saya pun malas untuk menulisnya di sini. There’s a lot of things going on dan beberapa kali saya merasa bahwa film ini seharusnya sudah berakhir tapi kemudian lanjut lagi, lanjut lagi, dan hingga akhirnya ditutup oleh action sequence yang harus saya akui benar-benar menghibur. But it’s all too late.

Memang film ini bukanlah sebuah film yang saya tunggu-tunggu, bahkan saya menonton ini karena tidak dapat tiket Despicable Me 2. Tapi ternyata Lone Ranger tidak berhasil membuat saya peduli pada satu pun karakter di sini. Emosi saya tidak terlibat, dan bahkan bila semua orang di film ini mati di menit ke 120 saya senang karena bisa keluar dari studio lebih cepat. Tapi nyatanya tidak, film ini terus-terusan berlanjut dan memberikan repetisi lelucon ala Gore Verbinski-Johnny Depp.
Mungkin ini memang untuk saya saja, karena rata-rata penonton di studio saya menonton tertawa terus dan sepertinya terhibur. Tapi sekali lagi, saya pun belum menonton (dan tidak tertarik dengan) Pirates of Caribbean 4 dan film itu menembus $1 billion world-wide. So, I guess it’s just me.. and the 77% critics of RottenTomatoes.

