Review: Star Trek Into Darkness (2013)

Star Trek Into Darkness is definitely my movie of the year so far.
— Janitra Ezra (@janitra) May 11, 2013
There you go, it saves you from reading any further and spoilers. Yes, there’s a few mild spoilers below.
Sebelumnya, saya bukan trekkie (sebutan untuk fans Star Trek) dan juga apapun itu sebutannya untuk fans Star Wars. Sci-fi yang akrab dengan saya hanyalah film-film superhero. Itu pun kadar sci-finya kecil. Tapi, saya suka dengan apa yang dilakukan oleh J.J. Abrams terhadap franchise Star Trek di tahun 2009. Sebuah reboot, yang tidak hanya menghidupkan kembali Star Trek, namun juga berhasil me-mainstream-kan Star Trek. Kini, tidak perlu menjadi seorang trekkie untuk bisa menikmati kisah Kirk, Spock, dan USS Enterprisenya dalam mengarungi antariksa luas. Lalu, bagaimana bila Anda adalah seorang Trekkie? Saya rasa Anda tidak akan kecewa. J.J. Abrams did it again, Star Trek Into Darkness ini sama kerennya dengan installment sebelumnya dan dapat dinikmati kaum awam maupun trekkie.
Star Trek Into Darkness dibuka dengan USS Enterprise yang tengah berada dalam misinya di planet Nibiru. Mereka yang seharusnya hanya mengamati saja, ternyata malah berakhir menyelamatkan ras pribumi di sana dari kepunahan. James T. Kirk (Chris Pine) sebagai kapten malah disalahkan atas tragedi ini. Padahal ia baru saja menyelamatkan sebuah peradaban. Enterprise diambil darinya, dan kini ia diturunkan pangkat menjadi perwira utama. Spock (Zachary Quinto) yang merupakan perwira utama di Enterprise dan teman dekat Kirk, juga ikut terkena imbasnya.
Semuanya terasa seperti sekuel film summer masa kini. Klise sekali, jagoan kita benar-benar dilucuti seperti yang terjadi di TDKR, Skyfall atau Iron Man 3. Tapi ternyata itu semua dengan cepat berbalik ketika James Harrison (Benedict Cumberbatch), salah seorang agen Starfleet, menyerang kantor Starfleet habis-habisan dan membunuh beberapa petinggi Starfleet. James yang kini berstatus buronan kabur ke Kronos, tempat dari ras Klingon, yang mana adalah salah satu musuh dari Starfleet. Kirk pun berniat untuk mengejarnya, bersama bantuan Spock, Uhura (Zoe Saldana), dan timnya mereka mengejar James Harrison. Tapi apa alasan dibalik penyerangan James Harrison? Atau ada rahasia yang disembunyikan oleh Starfleet?

Best Scene from the movie!
Star Trek (2009) bertugas dengan sangat baik menceritakan dan memperkenalkan saya dengan dunia Star Trek. Kini Star Trek Into Darkness berhasil menyeret saya lebih dalam lagi. I totally loved it. Sci-finya kental sekali, bila Anda memang tidak terlalu gemar lebih baik menjauhinya saja. Actionnya sangat banyak dan hadir dalam jeda yang singkat. Lens Flare ala Abrams dan juga visual efek yang menawan pun sudah tidak perlu ditanya lagi keberadaannya. Saya mungkin tidak berada dalam kapasitas untuk mengatakan ini, but this is “Star Trek”. Kalau memang Star Trek akan dibuat di era 2000an, maka itu adalah Star Trek Into Darkness. Berhasil dari semua sisi dan sebagai summer movie apalagi. So far, ini adalah film blockbuster terbaik tahun ini. Dan saingannya beratnya yang tersisa tinggallah Man of Steel dan Pacific Rim. Tapi terlepas dari semua itu, Star Trek Into Darkness benar-benar tidak boleh dilewatkan.
Benedict Cumberbatch. Kebanyakan dari kita mengenalnya lewat Sherlock. Tapi seperti ada yang tertahan saat dia memerankan Sherlock. Sure, he’s a great Sherlock, tapi di sini, saat ia berperan sebagai antagonis barulah potensinya keluar semua. Benar-benar gila! Ekspresinya, intonasinya, hingga ke gerakan badannya benar-benar menggambarkan, he’s born to be a villain. Fuck Mandarin!
Aktor lainnya juga tidak kalah asik. Chris Pine kini makin mirip dengan Tony Stark-nya RDJ. Playboy suka bercanda namun sebenarnya bertanggung jawab. Chemistrynya dengan Spock sangat asyik sekali untuk ditonton. Lalu ada Simon Pegg yang selalu berhasil menghibur penonton setiap kali ia muncul. Karl Urban, Zoe Saldana, John Cho, Anton Yelchin juga menyenangkan untuk dilihat sebagai satu tim. Mereka harus berbangga karena terlibat dengan franchise sebesar ini.
Satu-satunya hal yang kurang berkenan untuk saya adalah bagian drama/ending di akhir. Klise, predictable, dan tidak penting. Actionya penutupnya juga cenderung downhill banget dari action-action sebelumnya. Overall, filmnya pun tidak berat dan tidak berusaha diberat-beratkan dengan psychology bullshit. This is a sci-fi movie and a summer movie. Dan sebagai itu, Star Trek Into Darkness jauh dari mengecewakan.

