Review: You’re Next (2013)

Jadi apa yang membuat Gareth Evans, sutradara The Raid dan Merantau, sampai mau merogoh koceknya sendiri untuk membeli hak distribusi film ini untuk Indonesia? Untuk tahu jawabannya tentunya film ini memang harus ditonton terlebih dahulu. Ada sedikit perasaan bersyukur seusai menonton You’re Next. Untung ada Gareth Evans, kalau tidak, bisa-bisa saya menonton film ini di layar kecil. Gue kasih tahu aja, nggak bakal seru nonton film ini di laptop.
You’re Next dibuat memang untuk konsumsi layar lebar terlepas dari jajaran castnya yang tidak terlalu ngetop dan filmnya yang tidak berbujet besar. Darahnya tidak sebanjir Evil Dead beberapa bulan yang lalu, namun *surprisingly* You’re Next ini mengandung kadar komedi setidaknya setara dengan Cabin in The Woods. Which is a good news.
Slasher/Comedy benar-benar sebuah paduan yang asik. Pada menit-menit awalnya You’re Next berfungsi efektif sekali sebagai sebuah film horror. Dengan intensitas yang benar-benar mencekam, tidak jarang penonton akan berakhir dengan sebuah teriakan. Ketika beberapa part cerita mulai terkuak, barulah momen-momen intense itu hilang. Tapi tenang, masih ada dark comedy-nya yang setia menemani hingga scene terakhir. Gabungan ini semualah yang menjadikan You’re Next sensasi menonton yang aneh, unik, namun menyenangkan.
Oh ya, saya belum menceritakan plotnya ya? Well, lebih baik kalian tidak tahu apa-apa sebelum menontonnya. Sama seperti saya. Pengalaman menonton akan jauh naik berkali-kali lipat, belum lagi bila ditonton rame-rame bersama teman-teman. It’s a mix of horror, comedy and blood. And it’s good. Really really good. Thanks, Gareth!

