Review: Now You See Me (2013)

You know what? Now You See Me ini adalah salah satu film yang saya tunggu tahun ini terlepas dari gempuran film superhero lainnya. Kenapa? Lihat jajaran cast-nya yang penuh bintang, trailernya yang intriguing, and it’s about magic. Dari kecil dan entah kenapa, saya selalu tertarik dengan hal yang berbau sulap.
Kalau mau bicara film sulap dan intrik-intriknya tentu tidak lepas dari The Prestige karya Nolan yang luar biasa. Bahkan harus saya akui Now You See Me tidak sampai pada levelnya The Prestige. Tapi mungkin, hal itu memang bukan menjadi incaran Now You See Me, terlalu kental rasa popcorn/summer movie di sini. Semuanya enteng dan kadang-kadang suka defying logic penontonnya.
Cerita dimulai ketika 4 pesulap amatir dikumpulkan oleh seseorang yang misterius. Empat pesulap tersebut memiliki spesialisnya masing-masing. Seperti Daniel Atlas (Jesse Eisenberg), pesulap jalanan yang berjiwa pemimpin, Merritt (Woody Harrelson) yang spesialis hipnotis, Henley Reeves (Isla Fisher), seorang escape artist, dan juga Jack Wilder (Dave Franco) yang fokus pada kecepatan tangan. Setahun kemudian, mereka lebih dikenal sebagai The Four Horses, grup pesulap ternama yang dibina oleh Arthur Tressler (Michael Caine). Salah satu aksi tergila mereka adalah berhasil menteleportasikan penonton ke sebuah bank di Prancis dari Las Vegas lalu mencuri semua uang yang ada di bank tersebut. Aksi gila mereka ini tentunya jadi membawa FBI dalam sebuah investigasi yang dipimpin oleh Dylan (Mark Ruffalo) dan Alma Dray (Melanie Laurent). The Four Horses harus saling adu pintar dengan FBI supaya mereka tidak pernah kena tangkap. Oh iya, ada juga Morgan Freeman di sini sebagai mantan pesulap yang kini kerjaannya membuka rahasia pesulap lain, sounds familiar?

Ya, setelah membaca paragraf di atas, mungkin Anda lupa, bahwa ada karakter misterius di kalimat pertamanya. Siapa dia? Biar Anda sendiri yang mencari tahu, tapi intinya Now You See Me kerap membohongi penontonnya ala sebuah pertunjukkan sulap, yaitu dengan membiarkan fokus penonton pergi ke tempat lain. Banyak sekali intrik, twist, whatever you call it di sini. Beberapa mungkin berhasil membuat Anda wow! tapi beberapa kali terkesan dipaksakan.
Salah satu twist yang saya pikir cukup maksa tentunya adalah the final revealnya. Jelas, tidak ada yang bisa menebaknya, karena itu memang dipaksakan. Jalinan ceritanya kurang rapi dan sebelum penonton menyadarinya, kita sudah ditawari cerita lainnya. Cerdas, namun licik. Dibandingkan dengan The Prestige, saya lebih menyukai trik-trik yang tersaji di sana. Ilusi Now You See Me mayoritas dibantu oleh CGI dan alasan yang terlalu mengada-ada, sedangkan The Prestige, terlepas di trik pamungkasnya berhasil menyajikan sesuatu yang lebih realistis. We’re talking about Nolan, so of course it is.
Namun, toh ini memang sebuah summer movie kan? It’s good as long as you’re entertained. Dan harus saya akui saya enjoy sekali. Selain dari cast-nya yang bermain dengan sangat baik, tempo cepat dan kesan popcorn movie-nya yang kental berhasil membuat saya jatuh hati. Dan terkadang, saya berusaha untuk tidak peduli aksi defying logic mereka ini. So, terima Now You See Me apa adanya. Film ini banyak lubangnya, tapi masih bisa dinikmati. If you’re an average moviegoers, I think you’re gonna like it.
Best part? Isla Fisher. No doubt. Isla Fisher.

