Review: Pacific Rim (2013)

Pada awalnya saya skeptis dengan versi 3D dari film ini dikarenakan 3D yang digunakan merupakan hasil konversi. Kenyataannya, pemikiran saya terbantahkan sama sekali ketika saya menyaksikan versi 3D dari film ini. Kedalaman gambar yang disajikan ternyata mengagumkan dan sangat enak untuk dinikmati. Usaha yang bagus dalam mengkonversi film ini menjadi 3D.
Pacific Rim bercerita mengenai munculnya monster monster dari dasar laut samudra Pasifik yang disebut dengan Kaiju yang kemudian menghancurkan peradaban manusia diberbagai belahan dunia. Untuk menangkal serangan serangan dari Kaiju ini, pemerintah dunia menciptakan robot yang seukuran dengan Kaiju yang dinamakan Jaeger yang dikendalikan oleh dua orang pilot yang menyatukan pikiran para pilot untuk mengendalikan tiap bagian kanan dan kiri Jaeger Tetapi saat para Kaiju mulai berevolusi dan berhasil melawan para Jaeger, penggunaan Jaeger pun dipertanyakan keefektifannya.
Raleigh Becket (Charlie Hunman) adalah mantan pilot dari sebuah Jaeger yang memilih berhenti menjadi pilot setelah insiden yang menewaskan saudara laki laki saat melakukan misi melawan Kaiju. Atas permintaan dari Stacker Pentercost (Idris Elba), Raleigh kembali menjadi pilot untuk Jaeger yang dipasangkan dengan Mako Mori (Rinku Kikuchi) seorang pilot pemula dengan masa kecil yang suram. Bersama dengan 4 Jaeger yang tersisa, Releigh, Stacker, dan Mako melakukan perlawanan terakhir terhadap Kaiju untuk memusnahkan mereka selamanya.

Film dibuka dengan pengenalan terhadap serangan pertama Kaiju serta serangan serangan berikutnya, diikuti dengan program pembuatan Jaeger untuk melawan Kaiju. Serta diakhiri dengan insiden yang menimpa Raleigh sampai dia memutuskan untuk berhenti menjadi pilot. Del Torro benar benar menghabiskan hampir seluruh durasi film untuk adegan pertempuran antara Jaeger dan Kaiju yang mengagumkan serta ditambahkan berbagai penceritaan mengenai Kaiju untuk membantu jalan cerita.
Adegan pertempuran dari awal hingga pertempuran dibawah laut pada babak akhir sukses membuat saya terpana seperti anak kecil berumur 10 tahun. Untuk penggambaran Jaeger yang kokoh tetapi dengan gerakan yang sedikit lebih lambat pun terkesan sangat natural, tidak juga melupakan Kaiju yang beragam jenisnya serta dengan kemampuan yang berbeda. Pacific Rim adalah sebuah film musim panas yang sangat layak untuk ditonton dan sayang untuk dilewati, dan jangan lewatkan juga after credit scenenya.

