Review: Despicable Me 2 (2013)

Gru (Steve Carell) dan para Minion sudah kembali! Gru — yang sudah menjadi sosok ayah bagi Margo (Miranda Cosgrove), Edith Dana Gaier), dan Agnes (Elsie Kate Fisher) — dihadapkan dengan sebuah petaka baru, di mana sebuah Liga Anti Penjahat (Anti-Villain League) mengendus keberadaan racun di tengah masyarakat. Bersama dengan rekan barunya Lucy Wilde (Kristen Wiig), Gru mulai menginvestigasi desas-desus tersebut.
Dengan ekspektasi yang begitu tinggi, saya bela-belain menonton di hari pemutaran perdananya. Meskipun yang saya dapati tidak bertolak belakang dengan apa yang saya harapkan sebelumnya, Despicable Me 2 boleh dibilang ‘mencontek’ versi orisinalnya yang rilis tiga tahun silam, kecuali dengan porsi Minion yang jauh lebih besar — dan, untungnya, mereka masih sanggup mencuri momen-momen krusial di layar untuk mengundang gelak tawa penonton hingga terpingkal-pingkal. Yah, siapa sih yang tidak suka dengan makhluk kecil, mungil berwarna kuning itu yang selalu mencoba ‘memuaskan’ ekspektasi majikannya, Gru.

Sayangnya, kegembiraan saya tidak bertahan lama ketika saya temukan bahwa Despicable Me 2 mulai melangkah ke mana-mana dan kurang fokus dengan premisnya. Hal tersebut diperburuk dengan romansa hiperaktif antara Gru dan Lucy yang tampak begitu dipaksakan. Meski demikian, corak cerah dan animasi yang menggugah selera penonton, khususnya anak-anak, agaknya masih bisa menopang terhiburnya sebagian besar penonton hingga penghujung — dengan fakta lain bahwa sebagian besar humornya memang disasarkan untuk anak-anak.
Praktis, jika saya membandingkannya dengan film animasi keluaran Pixar yang rilis pekan lalu, Monsters University, mereka bak berada di ‘jagat’ yang berbeda. Sederhanya begini; Despicable Me 2 (memang) lebih jenaka daripada Monsters University. Namun, plotnya tidak se-fun dan heartwarming rivalnya tersebut. Dan tidak seglamor versi orisinalnya.

