‘Gotham': Serial yang Bingung akan Arahnya

Janitra Ezra

Blogging films since 2011. A romance and superhero genre aficionado. Follow me on twitter -> @janitra

You may also like...

  • Matheus Arief Yudanto

    benar. setuju. timeline nya terlalu jauh jika setiap episode sama dengan 1 hari atau beberapa hari saja dari episode sebelumnya. dan lagi, bila ingat adegan Dark Knight Rises dimana Gordon muda pasca terbunuhnya ortu Bruce, memberi jaket kepada Bruce, dia masih memakai seragam biru khas officer. kenapa disini dia sudah menjadi detektif ?
    plot yang diberikan untuk Cobblepot juga terlalu predictable, dengan pikiran ala penjahat pasti kita menebak dengan sempurna.
    namun untuk menikmati serial ini, saya mencoba melihatnya sebagai serial drama kriminal saja, saya melupakan sisi Batman akan hidup di dunia ini.. lupakan Batman dan enjoy :D

  • Buddy

    Menurut saya, series dari DC tidak pernah menyatukannya dengan Movies nya ( The Flash ? Smallvile?) beda dengan Marvel, jadi, sangat tidak bijak kalau membandingkan keduanya. Dan satu lagi, uniknya dari Batman adalah musuhnya. Anda bilang kalau “siapa yg peduli dg masa kecil Catwoman atau masa muda The Penguin? bisa saya jawab, hampir semua penggemar batman ingin tahu asal muasal dari para musuh Batman, karena musuh batman ini berbeda dari musuh2 superhero lain, yep, musuh Batman adalah manusia (bukan mutan atau monster yg asal muasalnya pasti dari kesalahan genetika, teracuni serum, dst), musuh Batman lahir dari kejadian dan peristiwa2 psikologikal yang mengantarnya jadi jahat (Two Face, Edward Nygma, Bane, Thalia, Ra’s al Ghul, even Mr. Freeze di film batman paling ancur sekaligus punya alasan2 bagaimana ia jadi jahat yg menarik untuk disimak), so, Gotham menurut saya bagus, walaupun tidak sejenius SHERLOCK atau sejenisnya, tapi aksi thriller crime nya dapet banget. Dan nuansa kelam kota Gothamnya saya akui lebih baik dari trilogi Nolan. Mendekati kearah Gothamnya Tim Burton yang gothic itu.