Review: Like Crazy (2011)
I want you.. I need you.. I love you.. I miss you.. Like Crazy
“Like Crazy” adalah sebulan ucapan klise untuk mengungkapkan perasaan yang terlalu berlebih hingga tidak bisa ditahan lagi. Benar saja, apa yang digambarkan memang begitu. Selama satu jam lebih, kita dibawa terombang-ambing dalam perasaan yang terus berubah. Dengan temponya yang pelan, Like Crazy menghanyutkan penontonnya ke dalam balutan ceritanya.
Anna dan Jacob adalah sepasang kekasih. Jacob tinggal di LA, Amerika Serikat sedangkan Anna sendiri berasal dari London. Kedatangan Anna di AS sebagai pelajar harus selesai ketika dirinya dinyatakan lulus. Tapi apakah, cinta mereka harus selesai juga? Belum lagi setelah Anna sendiri nekat melanggar visanya di AS dan menyebabkan dirinya harus diextradisi dan dilarang ke AS lagi. Lagipula, kasus LDR (Long Distance Relationship) sangat kental dengan orang ketiga, keempat, dan seterusnya.

Dengan ceritanya yang simple dan bujet yang hanya 250 ribu dollar serta diedit di kamar sutradaranya, Like Crazy mampu menghasilkan rasa film indie seutuhnya. Terasa filmnya tidak berlebihan dan berusaha menambah ornamen sana-sini. Cukup kisah percintaan indah mereka saja ditemani dengan sinematografinya yang bernuansa dingin dan bright. Dan saya harus jujur, apa yang Anna dan Jacob tampilkan di 30 menit awal adalah salah satu chemistry terbaik dalam film romance yang pernah saya tonton. Tentunya ini tidak lepas dari akting Anton Yelchin dan Felicity Jones yang sangat meyakinkan.
Baru menonton 5 menit awalnya saja, saya sudah langsung tertarik untuk mengikuti kisah mereka. Bagaimana mereka dibuat seperti untuk melengkapi sesama tidak bisa dibohongi. Dan ketika kondisi makin memperburuk, apakah rasa cinta mereka mampu bertahan hingga akhir?


