Review: Out of the Furnace (2013)

Senang rasanya bisa menyaksikan Christian Bale tanpa suara “robot”-nya — yang pernah ia praktikkan di trilogi The Dark Knight. Toh, bukan berarti saya tidak suka pada aktingnya di waralaba tersebut, Out of the Furnace bisa dibilang ‘awal baru’ bagi Bale setelah cukup lama bergentayangan sebagai kelelawar penumpas kejahatan.
Adalah Russel Baze. Seorang pekerja di pabrik baja. Adiknya — Rodney Baze (Casey Affleck) — yang merupakan seorang tentara kerap terlilit hutang, sampai pada akhirnya ia melangkah terlalu jauh. Tak tahu ke mana perginya sang adik, Russel memutuskan untuk mencarinya karena dirasa polisi terlalu bertele-tele dan bertindak lamban.
Yang saya dapat dari drama yang digawangi Scott Cooper ini adalah plot yang berjalan lambat, tapi tetap membius. Akting brilian dari para pemerannya merupakan inti yang membuat Out of the Furnace tidak pernah membikin kamu bosan setengah mati. Lewat tatapan mata, gestur dan ekspresi wajahnya, Bale sanggup menunjukkan apa yang ia rasakan dan pikirkan via karakter Russel. Tidak kelewatan juga beberapa aktor-aktris kelas mahkota lainnya, seperti Willem Defoe, Zoe Saldana, Forest Whitaker, hingga yang paling beringas Woody Harrelson.
Selain itu, hubungan intim kakak-beradik Baze juga tidak terkesan dipaksakan. Mereka tampak natural dan berkemistri. Mereka mumpuni untuk menunjukkan relasi yang kuat, sehingga terdapat “tubrukan” yang cukup “ngena” ketika salah seorang di antara mereka tiada.
Bagi saya, Out of the Furnace merupakan film balas dendam yang “manis.” Segalanya terjadi begitu saja tanpa paksaan ataupun berlebihan alias ‘lebay.’ Performa menggilap yang dihidangkan para pemerannya merupakan butir yang menghipnotis. Baiklah, saya akan menyimpulkannya dalam tiga kata: Revenge sweet revenge.

