Sherlock (2010) Season 3 Episode 1, The Empty Hearse Review
Dua tahun, jarang – jarang ada series yang breaknya dua tahun, dua tahun itu lama lho, terutama buat Sherlockian dan penggemar series, season terbaru dari Sherlock ini pasti bener-bener jadi salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu. Setelah season finale yang mengejutkan, dan juga menggantung dimana Sherlock Holmes modern kita jatuh dari gedung yang lumayan tinggi tepat di hadapan sahabat sekaligus partnernya yang ternyata dipalsukan kita pasti bertanya apa tujuan dan yang paling penting gimana sebenarnya caranya ?
Episode ini bercerita tentang Sherlock yang akhirnya kembali dari kematiannya yang ternyata adalah misi untuk membongkar jaringan teroris yang ditinggalkan oleh Professor Moriarty, dan dia ditemukan digantung dan dipukuli oleh beberapa preman yang sepertinya ada di Serbia oleh saudaranya yaitu Mycroft Holmes , yang butuh bantuan Sherlock untuk mencegah sebuah serangan teroris yang akan terjadi dalam waktu dekat di London. Tetapi sudah 2 tahun Sherlock keliling dunia untuk membongkar jaringan teroris Moriarty dan sudah 2 tahun juga Sherlock dianggap mati oleh seantero Inggris, bagaimana reaksi orang-orang terdekat Sherlock terutama John Watson, partner setianya.
Tapi emang gak cocok sih om Martin Freeman kumisan kayak gini
Episode ini adalah episode yang memofokuskan kepada perkembangan karakter-karakter yang berputar di series Sherlock ini dan perkembangan karakter yang terjadi. Watson yang paling bersedih atas kematian Sherlock telah move on dari cintanya terhadap Sherlock ke seorang wanita bernama Mary dan rencananya mau ngelamar walaupun hampir gak jadi gara-gara Sherlock muncul. Anderson dengan grieving beardnya menjadi terobsesi dengan Sherlock dan berharap Sherlock masih hidup , sementara Lestrade terlihat bosan dengan kehidupan polisi tanpa Sherlock. Molly Hooper satu-satunya perempuan yang bisa dibilang tertarik dan dekat dengan Sherlock sudah tunangan dengan orang yang mencurigakan, dan Ms.Hudson terlihat less lively tanpa Sherlock dan Watson di apartemennya.
Episode Sherlock kali ini juga bisa dibilang episode dimana Sherlock berubah menjadi seorang yang penuh dengan selera humor. Mulai dari sindiran Sherlock sama kumisnya Watson, dan terutama adegan Sherlock dan Watson di kereta api dimana Sherlock pura-pura gak bisa ngejinakin bom dan bikin Watson jadi sentimental itu kocak banget.
Sebagai episode pembuka dari season pembuka Sherlock, The Empty Hoarse tidak begitu membuat sebuah pembukaan season yang begitu berkesan. Episode ini terlalu terfokus kepada drama yang terjadi saat Sherlock kembali dari kematian sehingga konflik utama dari episode ini, yaitu Sherlock yang mencegah serangan teroris terjadi di kereta bawah tanah terkesan kurang menegangkan dan membosankan, tidak seperti kasus-kasus yang udah Sherlock pecahkan sebelumnya. Kasus kali ini terasa tiba-tiba selesai dengan begitu gampangnya sampai Sherlock pun bisa bermain-main dengan perasaan Watson, tanpa twist and turn and complicated detective deduction yang bikin aku bilang bloody brilliant kayak kasus pada episode-episode sebelumnya.
Apa yang akan terjadi berikutnya ? Sepertinya Sherlock akan berhadapan dengan penjahat baru dengan adanya tokoh berkacamata yang muncul pada akhir episode, siapakah dia ? Bagaimana perasaan Sherlock pada pernikahahan Watson ? dan yang paling penting yang buat aku penasaran, sebenarnya bagaimana cara Sherlock memalsukan kematian ? Jadi teori siapa yang bener ? Mudah-mudahan semuanya dijawab pada episode berikutnya yaitu The Sign of Three.

