Review: The Babadook (2014)

Sudah berapa lama kamu menanti The Babadook? Satu bulan, dua bulan, tiga bulan, atau mungkin lebih lama? Tidak bagi saya. Saya baru mendengar judulnya beberapa hari silam. Berbeda dengan film-film horor lain yang gencar dipromosikan tahun ini, seperti Oculus, The Quiet Ones, Paranormal Activity: The Marked Ones, hingga yang teraktual Deliver Us from Evil, The Babadook tampak seperti remang-remang yang bergerak tak tampak. Minim promosi dan minim bujet tidak serta-merta membuat film yang digawangi oleh Jennifer Kent ini tampil lesu. The Babadook justru tampil mencekam.
Mengasuh putra semata wayang — Samuel (Noah Wiseman) — yang kenakalannya sudah bisa disebut melewati batas tentu bukan perkara sepele bagi Amelia (Essie Davis). Apalagi, ia belum bisa move on dari kematian naas suaminya yang terjadi sudah cukup lama. Kengerian tidak berhenti sampai di situ, ocehan-ocehan sang putra yang kerap kali membicarakan hal-hal gaib, bahwa di rumah mereka terdapat keberadaan makhluk halus semakin membikin bulu kuduk sang ibu berdiri tegak. Ocehan-ocehan Sam (begitu nama panggilannya) bukan tidak berdasar, ia yakin bahwa makhluk bengis dari buku cerita anak bertajuk Mister Babadook adalah nyata, dan kerap bergentayangan di rumahnya.
The Babadook bisa menjadi mimpi buruk bagi mereka yang tidak begitu mencintai horor. Namun, merupakan suguhan yang mengagumkan bagi para pengultus horor. Pasalnya, atmosfer depresif dan angker terus-menerus menghantui setiap detik film berdetak. Entah, apakah film ini menjulurkan bagaimana sulitnya menjadi orangtua dengan backdrop cerita rumah hantu, atau sebaliknya. Yang jelas, apapun itu, Kent telah memberikan yang terbaik. Jadi, jangan harap kamu bisa duduk tenang. Sebab, The Babadook terus meneror selama 90 menit nonstop. Bahkan, nyaris tidak ada ruang untuk bernapas panjang.
Harus diakui, bahwa The Babadook merupakan horor psikedelik yang kurang santer terdengar namanya. Namun, hal tersebut tidak menjadi dalih bahwa ia tidak mumpuni untuk tampil mengerikan. Toh sebaliknya, horor dari Negeri Kangguru ini sanggup membuat kamu jantungan meski hampir tanpa penampakan-penampakan yang signifikan. Salah satu yang terbaik tahun ini. Jangan lewatkan.
