Review: Turbo (2013)

Director: David Soren | Country: US | Rating: PG | Duration: 96 minutes
Sudah sejak lama, Dreamworks dan Pixar bersaing untuk menghadirkan film animasi yang lebih unggul. Pixar selalu konsisten menghadirkan satu film tiap tahun dengan jalan cerita yang kuat, serta berhasil menjalin emosi dengan penonton. Sedangkan untuk Dreamworks dalam satu tahun bisa merilis 2 atau 3 film dengan jalan cerita yang lebih ringan dan mengutamakan sisi hiburan serta dengan jajaran pengisi suara yang sudah terkenal. Pada musim panas tahun ini, bekerjasama dengan 20th Century Fox, Dreamworks menghadirkan film animasi terbaru mereka yang berjudul Turbo.
Turbo menceritakan tentang Turbo (Ryan Reynolds) seekor siput taman yang selalu bermimpi untuk menjadi cepat dan membenci kehidupan dunia siput yang lambat. Sebuah kecelakaan kemudian menyebabkan Turbo bermutasi menjadi siput dengan kecepatan seperti mobil balap. Chet (Paul Giamatti) saudara laki laki turbo yang mengetahui kemampuan baru Turbo menganggap bahwa apa yang dialami oleh Turbo itu bertentangan dengan kodrat mereka sebagai siput. Pertengkaran mereka berdua menyebabkan sebuah insiden lain yang kemudian mempertemukan mereka dengan Tito (Michael Pena), melihat kemampuan Turbo, Tito berniat untuk membawa Turbo mengikuti perlombaan Indy 500 untuk memperkenalkan Turbo kepada dunia. Perlombaan Indy 500 ini membawa turbo bertemu dengan Guy Gagne (Bill Hader), seorang pembalap yang menjadi idola Turbo sejak dulu. Tetapi apa yang dikenal Turbo mengenai Guy Gagne, bukanlah apa yang menjadi pribadi Gagne sebenarnya.

Ide yang digunakan oleh Turbo sebenarnya bukanlah suatu ide yang baru, kita sudah pernah melihat jalan cerita yang hampir serupa dari film Pixar sebelumnya yang berjudul Cars. Bahkan, opening scene dari Turbo sempat mengingatkan saya akan opening scene dari Cars. Turbo kemudian mengajak penonton untuk masuk ke dalam kehidupan sehari hari para siput yang memang sangat membosankan menurut saya. Alur menjadi lebih menarik saat Turbo dan Chet bertemu dengan Tito serta penambahan beberapa karakter siput siput lain yang cukup unik.
Memasuki alur perlombaan Indy 500, Turbo kembali mengingatkan saya akan Cars, karena pengambilan gambar yang dihadirkan sangat mirip dengan apa yang telah pernah disajikan sebelumnya pada Cars. Pada akhirnya, Turbo menjadi sebuah film animasi yang biasa saja menurut saya walaupun memiliki tokoh utama yang cukup menarik. Hal ini, bukan hanya dikarenakan jalan cerita yang mirip dengan Cars tetapi juga karena kurang pengembangan karakter dan ikatan jalinan emosi antar karakter dalam film tersebut. Turbo menjadi sebuah tontonan ringan dan menyenangkan untuk keluarga, tetapi ya hanya sebatas itu saja.

