Review: Arrow S02E03

Usai menonton episode ini, saya yakin hari Kamis telah menjadi hari favorit saya. Kenapa? Karena episode baru Arrow! Yap, dan yang satu ini sama sekali tidak mengecewakan.
Recap
Melanjutkan cliff-hanger episode sebelumnya, Arrow sedang dikepung oleh sekumpulan polisi di kantor Laurel. Dari awal sudah bisa ditebak, bahwa ini tidak akan berlangsung lama. Apalagi ketika, Black Canary/The Canary tiba-tiba datang dan menyalamatkan Arrow. Oliver pun kian penasaran dengan sosok wanita yang satu ini, ia pun mengutus Roy Harper (yang kini menjadi kaki tangannya) untuk menyelidik mengenai The Canary.
Di lain sisi, muncul terror baru di Starling City ketika Dollmaker mulai memangsa wanita-wanita cantik dan mengawetkan mereka layaknya mannequin. Ternyata, Dollmaker ini bukanlah penjahat baru. Diceritakan bahwa, usai kematian salah satu anaknya, Sara (yang pergi naik kapal bersama Oliver), Detective Lance terobsesi untuk menangkap Dollmaker. Hanya saja, kejadian di season 1 mengakibatkan penjara tempat Dollmaker hancur dan membiarkan penjahat sadis ini berkeliaran kembali.
Sementara itu Roy Harper, berhasil menemukan tempat persembunyian dari The Canary. Tapi plot ini masih digantung dan tidak dilanjutkan.
Segala cara dilakukan untuk menangkapnya, termasuk menjadi Felicity Smoak sebagai umpan. Sayangnya hal itu pun gagal hingga Detective Lance (kini polisi biasa) dan Laurel tertangkap. Tentu saja, Arrow berhasil menyelamatkan mereka. Laurel pun akhirnya mau mengakui rasa bersalahnya terhadap kematian Tommy, instead of, you know, menyalah Arrow. Sayangnya The Canary yang tiba-tiba hadir memutuskan untuk membunuh Dollmaker.
Di episode ini juga terdapat perkembangan signifikan tentang kejadian di pulau. Saat Oliver dan Slade memutuskan untuk naik ke gunung untuk melihat kejadian sekitar. Ternyata di dekat pulau, terdapat kapal yang menembakkan rudal ke tempat spesifik di pulau. Oliver yang khawatir dengan Shado bergegas turun hanya untuk mendapati dirinya terkena tembakan. Sementara Slade sendiri diperlihatkan terbakar.
Bagian terbaiknya, seperti biasa, ditaruh di akhir, saat kita tahu bahwa Oliver kini berada di penjara dalam kapal tersebut. Dan juga ada nama Ra’s Al Ghul (blok untuk membaca) yang disebut oleh The Canary di ending. Membuka universe milik Arrow makin luas.
Review
Benar-benar gila. Episode ini tidak hanya kembali bertempo cepat, solid, dan padat seperti sebelum-belumnya. Kali ini musuhnya pun unik dan berat. Jalinan cerita yang cukup kelam dan sadis membuatnya terlihat semakin berbobot. Hubungan antara Lance dengan Arrow pun ternyata berakhir sangat menghibur.
Bagian pulau yang biasanya membosankan dan merusak alur cerita kali ini berhasil naik level dan menjadi sama serunya. Kini penonton sama-sama penasaran dengan apa yang terjadi di 2 waktu. Great job.
Apalagi dengan easter egg yang ditawarkan begitu banyak, seperti Amazo, Metamorpho, DC-52, Channel 52, dan tentunya nama yang disebut oleh The Canary di akhir episode menjadikannya sebagai salah satu episode terbaik yang pernah Arrow tawarkan.
Thursday is definitely my favorite day.

