Tidak bisa dipungkiri lagi, The Raid membawa berkah untuk para aktornya. Tentunya kita semua tahu bahwa Joe Taslim berhasil membintangi film ke-6 seri Fast & Furious, sementara Iko Uwais, sang aktor utamanya, sudah beberapa kali bermain film produksi luar negeri. Lalu, bagaimana dengan Yayan Ruhian? Sang pemeran Mad Dog yang tampaknya tertinggal dari para koleganya. Tidak perlu khawatir, ia pun turut dapat jatah, kok. Lewat Yakuza Apocalypse, film asal negeri sakura arahan sutradara Takashi Miike, Yayan kini bisa berbangga diri juga.

Sayangnya, Yakuza Apocalypse tidak semudah dicerna film Fast & Furious untuk audiens lokal. Bahkan, saya pun ragu masuk dalam target penontonnya. Tidak terlalu akrab dengan produk Jepang mungkin salah satu penyebabnya. Karena ini adalah film yang benar-benar unik dan dipenuhi oleh keanehan-keanehan khas Jepang.

Yakuza Apocalypse berusaha mengkombinasikan kisah Yakuza yang sudah sering diangkat dengan elemen vampir yang belakangan sudah mulai surut trennya. Dikisahkan bos Yakuza tangguh bernama Kamiura (Lily Franky) yang namanya sudah melegenda. Berkali-kali orang mencoba membunuhnya, namun gagal. Tidak heran, ternyata ia adalah seorang vampir. Namun suatu hari, sebuah sindikat internasional tempat Kamiura dulu bekerja, membuat sebuah ultimatum; kembali atau mati. Kamiura pun akhirnya mati dibunuh tangan Kyoken (Yayan Ruhian), salah satu pembunuh di sindikat internasional tersebut. Namun, sebelum benar-benar meninggal, Kamiura berhasil mewariskan darah vampirnya ke salah satu anak buahnya yang bernama Kageyama (Hayato Ichihara). Kageyama pun dengan kekuatan barunya sebagai vampir, berniat untuk membalaskan kematian bosnya.

yakuzaapocalypsefrog-xlarge

Bila plot di atas sudah terdengan kompleks dan gila untuk kalian, tunggu sampai kalian benar-benar menonton filmnya. It goes way over that. Sampai pada suatu titik, saya pun sudah tidak peduli ke arah mana Miike akan membawa cerita film ini. Hal terbaik yang bisa kita lakukan sebagai penonton pun, hanyalah duduk manis dan tertawa akan kegilaan demi kegilaan yang disajikan di layar.

Ya, film ini memang ‘lucu’… atau konyol mungkin lebih tepat. Selain kombinasi vampir yakuza yang memang sudah ‘mematikan’, kalian masih akan bertemu lagi dengan mahkluk mitologi Jepang, Kappa, dan juga monster berkostum badut kodok yang jago tarung. Semakin lama durasi berjalan, Miike semakin lepas kontrol. Beberapa hal yang masih bisa ditolerir oleh logika lama-kelamaan dihajar juga dengannya.

Bila kalian bisa menerima semua itu, maka kemungkinan besar kalian benar-benar akan menghabiskan waktu yang menyenangkan di bioskop. Bila tidak, kalian mungkin akan memutuskan untuk keluar studio lebih cepat.

Anyway, kalian pasti penasaran bagaimana peran Yayan di film ini, kan? Surprisingly, Yayan mendapatkan porsi yang lumayan besar di film ini. Menjadi karakter yang membunuh Kamiura sendiri sudah merupakan peran vital. Meski, masih sama seperti sebelum-sebelumnya, Yayan kembali menjadi tipe karakter yang tidak banyak bicara namun mematikan. Menarik untuk diperhatikan, sampai berapa lamakah ia akan terjebak dengan stereotype seperti itu di mata para sutradara.

Review overview
Story - 6
Acting - 6.5
Direction - 6
Blogging films since 2011. A romance and superhero genre aficionado.