Review: It Follows (2014)

Pernahkah anda merasa diikuti ketika anda sedang sendiri? Atau pernahkah anda merasa seperti ada yang mengawasi anda dari kejauhan dan memberikan rasa tidak nyaman dan membuat bulu kuduk merinding? Mungkin beberapa dari anda pernah mengalaminya. Dan untuk yang belum pernah merasakan sensasi merinding seperti itu, mungkin melalui It Follows anda dapat mendapatkan sedikit gambaran tentang bagaimana rasanya diikuti suatu makhluk astral yang sialnya berniat jahat dan membawa malapetaka.
It Follows berfokus kepada Jay (Maika Monroe). perempuan beranjak dewasa yang mempunyai teman dekat lelaki bernama Hugh (Jake Weary). Suatu malam, mereka melakukan hubungan seks. Setelah itu, Jay mendapati dirinya diikuti oleh makhluk-makhluk halus dengan berbagai macam wujud mengikutinya karena dia mendapati kutukan yang diberikan oleh Hugh melalui hubungan seks. Jay pun berusaha keras untuk terus menghindar dari teror makhluk-makhluk tersebut dan mencari cara untuk mengakhiri semuanya.
Jujur, ide cerita yang ditawarkan di film ini sangat brilian menurut saya. Mengapa begitu? Karena David Robert Mitchell, sang sutradara, mempunyai keleluasaan yang menyenangkan untuk mengeksplor jenis ‘penampakan’ macam apa saja yang bisa dia hadirkan karena tiap makhluk-makhluk yang meneror Jay, sang karakter utama, diceritakan selalu berbeda. Di bagian itu, David Robert Mitchell dapat ‘berkreasi’ untuk menampilkan penampakan-penampakan yang dia yakini dapat menakuti tiap penontonnya. Beberapa penampakan memang terasa mengerikan dan mencekam, tetapi tak jarang juga saya merasa datar-datar saja ketika melihat beberapa penampakan yang ada.

Tempo film ini terasa stabil dengan pergantian adegan ke adegan selanjutnya yang mengalir. Dengan menggunakan wide-angle lenses dalam proses pembuatan film ini, sang sutradara berhasil menangkap atmosfir kelam dan mencekam yang setidaknya membuat jantung kita berdetak lebih cepat. Meskipun dari departemen akting penampilan yang ditawarkan tidak terlalu outstanding dan terasa biasa saja, setidaknya scoring yang mumpuni mampu menutupi itu dan tetap dapat memberikan ketegangan.
Sub-plot yang dihadirkan di film ini pada saat opening film pun merupakan sebuah langkah yan cerdas untuk membuka film ini. Sedikit penjelasan, tetapi hawa kengerian sudah terasa sebelum pada akhirnya kita memasuki cerita ketika Jay yang mengalami teror itu. Dan jika diamati dan dipikir baik-baik, film ini bukanlah hanya semata film horor yang mencoba menakutimu dengan sederet teror dari makhluk-makhluk astral yang hanya bisa dilihat oleh Jay, It Follows juga menghadirkan pesan moral yang tersirat di dalamnya.
Pada akhirnya, It Follows memberikan sensasi berbeda dalam menikmati kengerian film horor. Dia masih terasa menakutkan walau minim jump-scare, membuat kita selama menontonnya merasa tidak nyaman dan risih karena dengan melihat pohon yang daunnya bertiup, lorong gelap dan ayunan yang bergerak karena angin saja sudah membuat kita berpikir yang macam-macam.


































