Saya masih ingat kala menonton Pitch Perfect pertama. Pikiran pertama saya tentunya tidak jauh dari Glee. Ya, serial yang juga sama-sama tentang nyanyi-menyanyi dan kompetisinya. Tapi, bedanya, dalam Pitch Perfect grup di dalamnya bernyanyi acapella, sementara, seringkali dalama Glee musiknya muncul entah darimana.

Ya, namun terlepas dari masalah teknikal tentang bagaimana musik pengiringnya bisa muncul, Pitch Perfect ternyata cukup berbeda. Berfokus dalam grup acapella bernama Barden Bella yang anggotanya berisikan perempuan semua, Pitch Perfect adalah campuran pas akan komedi dan musikal.

Kini sekuelnya telah tiba. Mengambil setting tiga tahun setelah film pertamanya, Barden Bella kini adalah juara bertahan kompetisi nasional acapella. Namun, usai insiden memalukan terjadi saat mereka pentas di hadapan presiden, Barden Bella terkena suspensi dan terancam bubar sebagai grup bernyanyi. Satu-satunya cara untuk mengembalikan hal ke semula adalah dengan memenangkan kompetisi tingkat internasional, di mana belum pernah grup asal Amerika berhasil memenangkannya.

Anna Kendrick, Brittany Snow, Rebel Wilson, dan kawan-kawan kembali lagi meramaikan sekuelnya sebagai anggota Barden Bella. Namun, kini mereka kedatangan satu anggota baru lagi dalam wujud Hailee Steinfeld yang merupakan anak dari anggota Barden Bella puluhan tahun yang lalu.

AP_pitch_perfect_2_sk_150514_16x9_992

Interaksi dan kebodohan para anggota Barden Bella masih menjadi salah satu daya tarik film ini. Terutama dengan karakter Fat Amy milik Rebel Wilson. Namun, dalam masalah cerita, dibandingkan dengan seri pertamanya, Pitch Perfect 2 seperti kehilangan fokus tentang bagian mana yang ingin didahulukan.

Ada terlalu banyak jalinan cerita yang berjalan bersamaan dari tiap-tiap karakternya. Beberapa cerita berjalan dengan menarik, sedangkan sisanya cenderung membosankan. Belum lagi, terlalu banyak situasi yang terasa dibuat-buat hanya agar ada adegan bernyanyi. Walaupun harus diakui, memang itulah jualan utama dari film ini.

Ya, namun untuk yang satu itu, kualitas yang diberikan memang harus diacungi jempol. Dari aspek musikalnya, Pitch Perfect 2 jauh melampaui edisi pertamanya. Bagaimana aransemen, variasi lagu, hingga ke koreografinya benar-benar mencengangkan. Bila kalian memutuskan untuk menonton film ini, pastikan kalian menyaksikannya di bioskop. Karena, dengan kualitas suara yang mumpuni, pengalaman yang didapatkan pun pastinya berbeda.

Namun, di kala jeda adegan-adegan bernyanyinya dan sisipan leluconnya, Pitch Perfect 2 kesulitan menemukan ritme terbaiknya.

Review overview
Story - 7
Acting - 7.5
Direction - 7.5
Blogging films since 2011. A romance and superhero genre aficionado.