Review: Focus (2015)
2015 benar-benar dibuka dengan jajaran film yang menyenangkan, mulai dari Jupiter Ascending, Kingsman: The Secret Service, dan sekarang Focus.
Focus adalah sebuah film romantic dark comedy hasil karya Glen Ficarra dan John Requa yang sebelummya pernah bekerja bersama menciptakan Crazy, Stupid, Love yang menuai ulasan sangat baik, dan di tahun 2015 ini mereka kembali merilis sebuah film yang bercerita tentang seorang raja pencuri, Nicky Spurgeon yang diperankan oleh Will Smith (The Pursuit of Happyness, Hitch) yang jatuh cinta dengan Jess yang diperankan oleh Margot Robbie, seorang apprentice di ‘perusahaan’ miliknya.
Kisah cinta Nicky dan Jess terbilang rumit, karena cinta mereka terpapar oleh garis profesionalitas dan kriminalitas. Nicky adalah seorang anak angkat dan Jess adalah seorang pencuri kelas rendah. Dalam Focus, kita akan melihat tarik ulur tingkat pelaku kriminal yang menarik. Konflik pun dimulai ketika Nicky bekerja untuk seorang miliuner pengusaha mobil balap, Garriga yang diperankan oleh Rodrigo Santoro dan usaha mati-matiannya untuk menebus kesalahannya dalam meninggalkan Jess selama 3 tahun, dan semua itu dilakukan dengan kelicikannya sebagai seorang raja pencuri, dengan tipuan tipuannya yang handal dan hasilnya sangatlah menghibur.
Focus adalah film yang sangat enak dipandang, penuh warna dan momen-momen yang membuat kita berkata ‘wow’ dengan seketika, seperti saat adegan yang berlokasi di sebuah gudang tersembunyi berisi barang curian senilai 1.2 juta Dollar Amerika dan adegan ‘taruhan’ antara Nicky dan seorang miliuner Tiongkok di sebuah kotak eksekutif dalam sebuah pertandingan football yang berhasil membuat penonton berdebar-debar.
Focus juga memiliki kekuatan dalam peran-peran pendukung seperti Adrian Martinez sebagai seorang pakar komputer, yang juga mitra Nicky ketika beradu akting bersama Margot Robbie yang terlihat spectacularly stunning dalam film ini. Focus juga menyediakan satu twist yang cukup mengagetkan dan membuat sebuah akhir yang sempurna untuk keseluruhan film. Sinematografi dalam film Focus juga dipersiapakan dengan cukup baik dan rapi, membuatnya enak untuk ditonton dan tidak membuat kita cepat bosan. Film ini juga mempunyai sebuah one liner yang akan diingat selama beberapa waktu kedepan yang berbunyi “With friends like you, who needs luck?”
Satu hal yang agak mengganggu ada di dalam pemeran utama film ini. Sepertinya Will Smith bukanlah orang yang paling tepat untuk memerankan sosok miliuner licik dengan kekasih yang sangat cantik mengingat he’s not that young anymore, tapi bukan berarti kemampuan aktingnya terlihat buruk. Will Smith di film ini dapat memberikan penjiwaan yang terasa dan mempunyai khas. Di Focus, kita belum bisa melihat Will Smith yang membuat kita terkagum-kagum dalam The Pursuit of Happyness yang membuat ia mendapatkan nominasi Oscar untuk Best Actor beberapa tahun silam. Dengan itu pula, kurang tepatnya pemilihan aktor utama ini bisa jadi argumen yang tepat untuk Focus: jika bukan Will Smith yang memerankan Mr. Spurgeon dalam film ini (sebut saja Jack Gylenhaal atau mungkin Bradley Cooper?), mungkin saja Focus punya kesempatan untuk mendapatkan nominasi dalam penghargaan film dunia sepeti Oscars atau Golden Globe di tahun mendatang.
But all in all, it was fun and entertaining




































