Pixar hadir kembali dengan proyek animasi ambisiusnya. Kali ini, mereka kembali dengan film bertajuk Inside Out, sebuah proyek yang dikerjakan selama 5 tahun dengan sutradara Pete Docter dan ko-sutradara Ronnie del Carmen.

Film ini berkisah tentang Joy (Bahagia; suara oleh Amy Poehler), Sadness (Sedih; suara oleh Phyllis Smith), Anger (Marah; suara oleh Lewis Black), Disgust (Jijik; Mindy Kaling) dan Fear (Takut; Bill Hader), lima emosi dasar manusia, yang ada di dalam pikiran Riley Anderson (suara oleh Kaitlyn Dias), seorang anak perempuan berusia 11 tahun. Bertumbuh dan menjadi dewasa bukanlah suatu pengalaman yang mudah, demikian pula bagi Riley, yang di usia pubertas tersebut harus pindah bersama keluarganya ke San Francisco ketika ayahnya pindah tugas. Di masa-masa sulit tersebut, Joy, yang kebanyakan mengatur pikiran Riley, secara tidak sengaja tersedot bersama Sadness masuk ke dalam long term memory Riley dan harus mencari cara untuk kembali ke headquarter, tempat Joy dan kawan-kawan mengontrol pikiran Riley. Sementara itu, semua hal yang baru tersebut membuat Riley kaget dan tidak terbiasa, sehingga menimbulkan situasi yang jauh lebih sulit dari yang terbayangkan bagi dirinya dan juga bagi Anger, Disgust dan Fear, yang tiba-tiba harus menjalankan headquarter tanpa Joy (dan juga Sadness).

Riset yang sangat terperinci serta konsep yang dipikirkan dengan sangat cermat tentunya menghasilkan suatu karya yang tidak akan bisa dengan mudah dilupakan. Demikian pula dengan Inside Out. Semua yang ada di dalam film ini bekerja dengan sinergis dan sangat baik. Para pengisi suara berhasil membawa jiwa-jiwa para karakter (yang merupakan beragam macam emosi) menjadi hidup dan sesuai dengan apa yang hendak disampaikan di setiap momen yang ada di film. Setiap elemen yang ada di film ini memiliki signifikansi psikologis dan peran yang berkaitan dengan jalannya cerita film, mulai dari warna, pencahayaan, camera angle, bentuk sampai musik. Ceritanya sangat mengalir dan dialog-dialognya penuh dengan kecerdasan sekaligus humor-dialog-dialog yang tidak asal ucap, tapi bisa membuat kita ikut berpikir lebih jauh. Animasinya juga terlihat sangat baik dan berkualitas, seperti yang kita kenal dari Pixar pada umumnya.

image

Walaupun film ini merupakan sebuah film animasi yang pada umumnya dikaitkan dengan film anak-anak, ada satu perbedaan besar yang Inside Out miliki dibandingkan film-film animasi pada umumnya: film ini semakin bisa dinikmati dan diapresiasi justru seiring dengan bertambahnya usia penonton. Tentu saja anak-anak akan tetap bisa menikmati film ini dengan karakter-karakternya yang hidup dan setting-nya yang merupakan pikiran seorang anak, tapi pengalaman menonton film ini justru malah akan lebih mengena dan berbekas pada penonton dewasa; penonton yang umumnya sudah mengerti secara mendasar tentang apa itu memori dan bagaimana sistem otak bekerja serta-tentunya-sudah lebih banyak merasakan pengalaman pahit manis kehidupan.

Saya tidak akan membocorkan lebih banyak, karena justru pengalaman paling seru dan asyik dari film ini adalah ketika Anda tahu seminimal mungkin tentang filmnya sendiri. Saya sendiri demikian: saya datang ke bioskop hanya dengan berbekal pengetahuan sejauh menonton trailer yang kebetulan diputarkan di bioskop ketika saya hendak menonton film lain. Hanya satu hal yang perlu Anda ketahui supaya Anda yakin bahwa film ini perlu dan harus ditonton: film ini brilian dan akan membawa Anda pada suatu perjalanan emosional. Silahkan serbu bioskop kesayangan Anda bersama teman, keluarga dan kerabat, karena amat sangat disayangkan jika film ini dilewatkan.

Review overview
Overall - 90 %
I wish I could be Dory's dear friend.