Konon, enambelas tahun silam, film bergaya found-footage pertama dibuat — The Blair Witch Project. Sejak saat itu, seolah found-footage tak ada habisnya. Film-film serupa terus ditelurkan. Mulai dari horor kamar tidur Paranormal Activity (2007-2014), kisah bencana zombie [REC] (2007-2014), hingga superhero tiga serangkai Chronicles (2012). Jarang, atau bahkan hampir tidak ada di antaranya yang menjadikan platform jejaring sosial sebagai sebuah stensil. Beruntung, Levan Gabriadze memilih hal tersebut. Bahkan, ia mengangkat topik yang begitu hangat beberapa tahun terakhir: cyberbullying.
Kelihatannya, cyberbullying tidaklah menjadi masalah sosial yang sering mengemuka di tanah air. Akan tetapi, di Amerika Serikat, persoalan ini kerap terjadi, bahkan dapat menyebabkan korbannya bunuh diri secara tak terduga. Naas, hal tersebut harus dialami oleh seorang remaja bernama Laura Barns (Heather Sossaman). Laura harus memilih mengakhiri hidupnya setelah sebuah viral memalukan beredar luas di sebuah situs video — apalagi kalau bukan YouTube.
Selama 80 menit, Unfriended mengumbar dosa-dosa masa lalu lima sahabat — Blaire (Shelley Hennig), Mitch (Moses Storm), Jess (Renee Olstead), Adam (Will Peltz) dan Ken (Jacob Wysocki) — di dalamnya. Serupa seperti Final Destination (2000-2011), satu per satu karakter harus tewas secara mengerikan di tangan makhluk yang asal-usulnya masih belum jelas. Meski menyodorkan dosa-dosa masa lalu tersebut, hingga akhir, karakterisasi mereka berlima tetap terlihat satu dimensi, alias tidak berkembang. Untungnya, bergantung pada durasi yang relatif singkat, terornya masih terasa efektif hingga penghujung film.
Unfriended bukanlah The Blair Witch Project (ketika found-footage kali pertama dikreasikan). Sudah terlalu banyak film-film berformat serupa diciptakan, tetapi yang sukses tampil memikat masih dapat dihitung dengan jari. Walaupun demikian, ia tetap perlu diapresiasi atas format found-footage horor laptop-nya.


































